Ujian Nasional Serempak Mulai Senin 18 April 2011
Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas akan digelar 18-21 April 2011. Diperkirakan, sekitar 17.993 peserta didik tingkat SMA/SMK/MA di Kota Bogor mengikuti ujian yang digelar serempak diseluruh Indonesia.Para peserta didik yang akan mengikuti UN berasal dari 127 sekolah yang terdiri dari 66 SMK, 46 SMA, dan 15 MA (Madrasah Aliyah). Ujian akan diawasi dengan melibatkan Dosen Perguruan Tinggi, dan guru aik negeri maupun swasta.
“Pengawasan ruang ujian akan dilaksanakan secara silang murni, “ ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Aim H. Hermana dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat III Balaikota Bogor, Jalan Juanda 10 Bogor, Jumat (15/4/2011).
Selain itu, menurut Aim, untuk mengawal kedatangan soal UN, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polres Bogor Kota. “ Aparat kepolisian akan kita libatkan untuk mengawal mulai dari kedatangan soal sehari sebelum UN, sampai dengan pendistribusian soal ke Sekolah-Sekolah,“ kata Aim.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lanjut Aim, keterlibatan pihak kepolisian akan diupayakan agar dalam menjalankan pengamanannya disetiap sekolah tidak mengenakan pakaian atribut polisi. “ Ini kita lakukan untuk menghilangkan kesan penjagaan yang berlebihan, “ katanya.
Aim mengatakan, bagi peserta didik yang berhalangan, dapat mengikuti ujian susulan yang akan diselenggarakan tanggal 25-28 April 2011. “ Kalau ada siswa yang berhalangan seperti sakit atau mengalami musibah dan lainnya, sehingga tidak bisa mengikuti UN masih ada kesempatan untuk mengikuti ujian susulan, “ jelasnya.
Sedangkan, jika ada siswa yang sedang menjalani proses hukum, berhak mengikuti ujian dilokasi dimana siswa tersebut menjalani hukuman atau kalau diizinkan mereka bisa melaksanakan ujian di sekolahnya dengan pengawalan pihak yang berwajib.
Namun, kata Aim, jika tidak diizinkan pihaknya akan membawa soal-soal ujian tersebut ke lokasi dimana siswa menjalani hukuman. “Kelululusan tingkat SMA/SMK/MA akan diumumkan tanggal 16 Mei 2011, “ tambah Aim.
Lebih rinci, Aim menjelaskan bahwa terdapat formula baru UN 2011 memberi pembobotan 40 persen untuk nilai sekolah (nilai rata-rata rapor) dan 60% untuk nilai UN. Di mana nilai sekolah diperoleh dari gabungan antara nilai ujian sekolah dan nilai rata-rata raport semester 3,4 dan 5.
“Kriteria kelulusan peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua Nilai Akhir (NA) mencapai paling 5,5 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0,” jelas Aim.
Intinya, peserta didik akan ditentukan lulus atau tidaknya dari 4 poin. Pertama, peserta didik sudah menyelesaikan seluruh program pendidikan. Kedua, dinyatakan lulus aspek moral dan akhlak. Ketiga, lulus ujian sekolah dan terakhir, lulus ujian nasional.

Sedangkan di tingkat sekolah menengah pertama, tercatat 17.135 peserta didik di Kota Bogor yang akan mengikuti UN tahun ajaran 2010/2011. UN akan diselenggarakan secara serempak tanggal 25-28 April 2011 di seluruh Indonesia.
Dari 17.135 peserta didik berasal dari 144 Sekolah terdiri dari 112 SMP dan 32 MTS. Bagi peserta didik yang berhalangan bisa mengikuti ujian susulan yang akan digelar 3-6 Mei 2011. Hasil ujian akan diumumkan 4 Juni 2011.
Sementara itu, bagi tingkat sekolah dasar, UN akan diselenggarakan tanggal 10-12 Mei 2011. Ujian susulan akan digelar 18-20 Mei 2011. Terdapat 17.644 peserta didik di Kota Bogor yang akan mengikuti UN, baik dari SD maupun dari MI. Peserta didik berasal dari 281 SD dan 54 MI. Hasil ujian akan diumumkan tanggal 17 Juni 2011.
Aim menambahkan, seperti halnya di tingkat sekolah menengah atas. Formula kelulusan di tingkat SMP dan SD tahun ini juga berbeda. “Nilai Sekolah SMP berdasarkan gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester1-5, dengan pembobotan 60% nilai US/M dan 40% nilai rapor. Sedangkan untuk SD, berdasarkan gabungan antara nilai US/M dan nilai rapor semester 7-11. Dengan pembobotan 60% nilai US/M dan 40% nilai rata-rata rapot,” jelas Aim.
Untuk itu, Aim berharap agar para peserta didik yang akan mengikuti UN untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, banyak berlatih dan mengulang kembali pelajaran. Yang terpenting, mengerjakan soal dengan kemampuan diri sendiri. (dian/yan/als)
Sumber : Kota Bogor 15/4/2011
“Pengawasan ruang ujian akan dilaksanakan secara silang murni, “ ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Aim H. Hermana dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat III Balaikota Bogor, Jalan Juanda 10 Bogor, Jumat (15/4/2011).
Selain itu, menurut Aim, untuk mengawal kedatangan soal UN, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polres Bogor Kota. “ Aparat kepolisian akan kita libatkan untuk mengawal mulai dari kedatangan soal sehari sebelum UN, sampai dengan pendistribusian soal ke Sekolah-Sekolah,“ kata Aim.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lanjut Aim, keterlibatan pihak kepolisian akan diupayakan agar dalam menjalankan pengamanannya disetiap sekolah tidak mengenakan pakaian atribut polisi. “ Ini kita lakukan untuk menghilangkan kesan penjagaan yang berlebihan, “ katanya.
Aim mengatakan, bagi peserta didik yang berhalangan, dapat mengikuti ujian susulan yang akan diselenggarakan tanggal 25-28 April 2011. “ Kalau ada siswa yang berhalangan seperti sakit atau mengalami musibah dan lainnya, sehingga tidak bisa mengikuti UN masih ada kesempatan untuk mengikuti ujian susulan, “ jelasnya.
Sedangkan, jika ada siswa yang sedang menjalani proses hukum, berhak mengikuti ujian dilokasi dimana siswa tersebut menjalani hukuman atau kalau diizinkan mereka bisa melaksanakan ujian di sekolahnya dengan pengawalan pihak yang berwajib.
Namun, kata Aim, jika tidak diizinkan pihaknya akan membawa soal-soal ujian tersebut ke lokasi dimana siswa menjalani hukuman. “Kelululusan tingkat SMA/SMK/MA akan diumumkan tanggal 16 Mei 2011, “ tambah Aim.
Lebih rinci, Aim menjelaskan bahwa terdapat formula baru UN 2011 memberi pembobotan 40 persen untuk nilai sekolah (nilai rata-rata rapor) dan 60% untuk nilai UN. Di mana nilai sekolah diperoleh dari gabungan antara nilai ujian sekolah dan nilai rata-rata raport semester 3,4 dan 5.
“Kriteria kelulusan peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua Nilai Akhir (NA) mencapai paling 5,5 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0,” jelas Aim.
Intinya, peserta didik akan ditentukan lulus atau tidaknya dari 4 poin. Pertama, peserta didik sudah menyelesaikan seluruh program pendidikan. Kedua, dinyatakan lulus aspek moral dan akhlak. Ketiga, lulus ujian sekolah dan terakhir, lulus ujian nasional.
Sedangkan di tingkat sekolah menengah pertama, tercatat 17.135 peserta didik di Kota Bogor yang akan mengikuti UN tahun ajaran 2010/2011. UN akan diselenggarakan secara serempak tanggal 25-28 April 2011 di seluruh Indonesia.
Dari 17.135 peserta didik berasal dari 144 Sekolah terdiri dari 112 SMP dan 32 MTS. Bagi peserta didik yang berhalangan bisa mengikuti ujian susulan yang akan digelar 3-6 Mei 2011. Hasil ujian akan diumumkan 4 Juni 2011.
Sementara itu, bagi tingkat sekolah dasar, UN akan diselenggarakan tanggal 10-12 Mei 2011. Ujian susulan akan digelar 18-20 Mei 2011. Terdapat 17.644 peserta didik di Kota Bogor yang akan mengikuti UN, baik dari SD maupun dari MI. Peserta didik berasal dari 281 SD dan 54 MI. Hasil ujian akan diumumkan tanggal 17 Juni 2011.
Aim menambahkan, seperti halnya di tingkat sekolah menengah atas. Formula kelulusan di tingkat SMP dan SD tahun ini juga berbeda. “Nilai Sekolah SMP berdasarkan gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester1-5, dengan pembobotan 60% nilai US/M dan 40% nilai rapor. Sedangkan untuk SD, berdasarkan gabungan antara nilai US/M dan nilai rapor semester 7-11. Dengan pembobotan 60% nilai US/M dan 40% nilai rata-rata rapot,” jelas Aim.
Untuk itu, Aim berharap agar para peserta didik yang akan mengikuti UN untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, banyak berlatih dan mengulang kembali pelajaran. Yang terpenting, mengerjakan soal dengan kemampuan diri sendiri. (dian/yan/als)
Sumber : Kota Bogor 15/4/2011
Tidak ada komentar