header_ads

Kota Bogor Mulai Berbenah

Kota Bogor terus berbenah diri menjelang Adipura 2011. Salah satunya lewat upaya Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam meningkatkan fungsi Publik, fungsi Estetik, dan fungsi Ekologis areal taman di wilayah kota. Ketiga fungsi tersebut dimaksudkan agar area taman tidak hanya sebagai tempat berkumpul, namun juga memperhatikan segi keindahan, sekaligus membantu mengurangi pencemaran udara.
“Kami berupaya menjadikan Taman Kencana sebagai Taman Refleksi Alam Keluarga dan Galeri Biopori. Fasilitas di lokasi taman akan ditingkatkan sehingga nantinya pengunjung akan merasa nyaman saat berada disitu,” ungkap Dian Herdiawan, Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, saat dihubungi Kamis siang, (14/4/2011).
Selain itu, taman akan dilengkapi sebanyak 157 lubang biopori yang ‘diaktifkan’ lewat pembuangan sampah organik ke dalamnya. Agenda ini melibatkan KNPI Kota Bogor.

“Selain itu kami juga melakukan program pertamanan berbasis masyarakat. Dengan program ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut andil dalam merawat taman kota, karena rasa memiliki,” lanjutnya.

Sejauh ini sudah ada delapan lokasi taman di Kota Bogor yang merupakan kontribusi dari Paguyuban Pedagang Tanaman Hias, diantaranya di depan Ekalokasari Plaza, Jalan Bina Marga, Otista, Warung Jambu, dan Cilendek.

DKP Kota Bogor juga berupaya untuk mengembalikan kondisi kota seperti tempo dulu dengan penanaman sejumlah pohon yang langka, eksotik, dan lokal. Wujudnya antara lain dengan penanaman pohon kenari di sekitar ruas tol Jagorawi pada Rabu (13/4/2011) silam, yang menurut rencana akan dilanjutkan dengan penananaman pohon gandaria, sumbangan dari LIPI.
Diharapkan 5 sampai 10 tahun ke depan dapat menjadi lorong tanaman hijau khas Bogor, Tanaman lain seperti pohon buni dan pisang kipas juga dipastikan akan segera menghiasi sudut Kota Bogor, tambah Dian

Image

Lokasi yang menjadi sasaran adalah lapangan Heulang, lapangan Manunggal, dan lapangan Sempur serta bilangan Ahmad Yani.

Selain memperluas areal Ruang Terbuka Hijau (RTH), koordinasi antar dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Bogor juga mencakup sosialisasi di tingkat kelurahan lewat kader PKK, serta sidak ke lokasi-lokasi pasar maupun pembersihan TPS/ TPA dan saluran drainase.

“Sampai sekarang sudah melewati tahap penilaian P1 dan P2, tinggal menunggu verifikasi tim Adipura Mei mendatang,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bogor, Lilies Sukartini.

Kriteria penilaian Adipura mengalami perubahan mekanisme. Jika sebelumnya berbasis single media yang menyorot pada kebersihan dari sampah dan keteduhan, maka mulai tahun ini akan diterapkan basis multi media yang mencakup pengendalian pencemaran air dan udara. (dicky)



Sumber : Kota Bogor 15/4/2011

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.