Gangguan KRL Akibat Perbaikan Listrik Aliran Atas
Mulai tanggal 19 Oktober hingga 29 November 2011 mendatang, perjalanan Kereta Rangkaian Listrik (KRL) Jabodetabek, khusunya dari Jakarta ke Bogor atau sebaliknya, akan mengalami pengurangan perjalanan.
“Sebanyak 35 perjalanan dari 176 perjalanan KRL Bogor-Jakarta dipastikan akan mengalami gangguan. Untuk pemberangkatan dari Bogor sendiri ada sekitar 20 perjalanan yang mengalami pengurangan dan sembilan perjalanan hanya beroperasi sepotong-sepotong," terang Kepala Stasiun Bogor, Rachman kepada wartawan di Stasiun Bogor, Rabu (28/9/2011) lalu.
Lebih lanjut Rachman menghimbau kepada para pengguna jasa kereta api bisa mencari alternatif sarana tarnsportasi lain. Seperti angkot,bus dan lainnya yang telah disiapkan di terminal Baranangsiang
Sebagai hal dikutip Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen KA Kemenhub, Arief Heryanto, melalui media massa bahwa peremajaan terhadap sekitar tujuh gardu lama tersebut akan berakibat pemadaman tiga unit gardu LAA untuk sementara waktu.
“Pemadaman itu akan dilakukan bergiliran mulai 19 Oktober hingga 29 November nanti. Secara teknis pada 17-29 November dipadamkan Gardu Listrik Citayam dan gardu Cilebut. Kemudian pada 3-11 Novembernya gardu Kedung Badak dan Bogor,” ungkap Rachman
Perbaikan ini harus dilakukan karena beberapa komponen vital gardu saat ini telah rusak atau kurang berfungsi baik. “Ini semua dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualias layanan kami kepada masyarakat pengguna jasa KRL Jabodetabek,” jelasnya. (chris)
KRL Disorders
Reduction circuit KA Bogor-Jakarta trip is only temporary, due to some improvement and rejuvenation of the upper stream of electricity substations 13 (LAA) which operates along the route KRL Jakarta-Bogor.
Starting on 19 October to 29 November 2011 the next, Circuit Train journey (KRL) Handsome, especially from Jakarta to Bogor or vice versa, will experience a reduction in travel.
"A total of 35 trips of 176 trips KRL Jakarta-Bogor certainly be impaired. For departure from Bogor itself there are about 20 trips that have a reduction and nine trips operate only bits and pieces, "explained head of Bogor Station, Station Rachman told reporters in Jakarta, Wednesday (28/9/2011) ago.
Rachman further appealed to the users of railway services could seek alternative means of another tarnsportasi. Such as public transportation, buses and others who have been prepared at the terminal Baranangsiang
As it was quoted Director of the Directorate General of Railways Infrastructure Kemenhub KA, Arief Heryanto, through the mass media that the rejuvenation of the old substation about seven will result in three units of substation outages LAA for a while.
"Fighting it will be taking turns starting October 19 until 29 November. Technically on November 17 to 29 Electrical Substation extinguished Cilebut Citayam and substations. Then in 3-11 Novembernya substation Kedung Rhino and Bogor, "said Rachman
These improvements must be done because some of the vital components of the current substation was damaged or not functioning properly. "This is all done to improve the quality and assessment of service quality to our public service users KRL Greater Jakarta," he explained. (chris)
Tidak ada komentar