header_ads

Penjual Ketupat Laris Manis Jelang Rebo Wekasan

Suasana Rebo Wekasan membawa berkah tersendiri bagi para penjual ketupat yang biasa mangkal di pasar-pasar pada setiap menjelang hari akhir rabu bulan Safar. Salah satunya, Asep (25) warga desa Cipendawa Cipanas yang sehari-hari bekerja serabutan.

Sejak H-4 menjelang Rebo Wekasan, Asep bersama teman sekampungnya mulai menjajakan ketupat di Pasar Cisarua Puncak Bogor yang dibuat dengan kecekatan tangannya. Dalam satu menit dia dan kawan-kawan mampu membuat ketupat sebanyak empat buah.

Asep menjual 10 ketupat seharga Rp4.000,- dan dalam satu hari dia sudah mengantongi keuntungan mencapai Rp100.000,-. “Pelanggan saya kebanyakan ibu-ibu yang biasanya membeli ketupat untuk acara Rebo Kasan,” ujarnya.

Selain momentum Rebo Wekasan, dia juga berjualan ketupat disaat menjelang Idul Fitri maupun Idul Adha. Selepas momentum itu, dia mengaku bekerja serabutan sebagai kuli bangunan dan pekerjaan halal lainnya.

Secara terpisah, Miftah (24) warga desa Sukawangi Cianjur juga menggelar dagangan ketupat di lokasi yang sama. Pria bernak satu ini kesehariannya hanya sebagai penjual mainan anak-anak yang biasa mangkal didepan SDN 01 Sukawangi Cianjur.

“Setiap mau lebaran sama Rebo Kasan saya pasti datang kesini untuk membuat ketupat dan menjualnya disini, lumayan kang hasilnya dibandingkan jualan mainan,” ungkapnya kepada Bogor Ekspres, Selasa, (17/1/2012) pagi.

Hal senada dikatakan Gumaran (18) pemuda putus sekolah asal desa Warung Kondang Cianjur yang sehari-hari membantu orang tua di ladang sawah garapan. “Udah biasa kang tiap Rebo Kasan disuruh orang tua dagang ketupat disini buat tambahan nafkah keluarga,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai sekolah gratis, dia menjawab belum ada sekolah SMA gratis di Cianjur maka dia pun terpaksa bekerja membantu orang tua, sambil mengumpulkan uang untuk biaya masuk SMA di tahun mendatang. (boy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.