Puluhan Tahun Limbah Kotoran Sapi Cemari Sungai
Sosok sederhana, panggil saja Mamad (55), menuturkan kepada Bogor Ekspres tentang sungai kecil yang dijadikan tempat mencari pasir. Sungai kecil yang membelah Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua ini mulai tercemar limbah kotoran sapi sejak puluhan tahun yang lalu.
Menurut kesaksiannya, keluhan warga sudah sejak dulu, tapi sampai hari ini sungai ini masih dicemari kotoran sapi. Warga hanya bisa mengeluh terhadap permasalahan limbah ini.
Menurut kesaksiannya, keluhan warga sudah sejak dulu, tapi sampai hari ini sungai ini masih dicemari kotoran sapi. Warga hanya bisa mengeluh terhadap permasalahan limbah ini.
“Pak Rahmat, Lurah Cibeureum waktu itu bilang akan mengatur teknis penanganan limbah sapi, tapi kenyataannya juga masih sama saja kondisinya seperti ini,” keluhnya, “Kami teh orang kecil mas, takut kalau mau ngomomg-ngomong, ya bisanya Cuma pasrah saja, padahal sungai ini kami gunakan kolam ikan, mencari pasir dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya polos.
Sementara, Wawan, lelaki muda yang mengaku aktif di kegiatan Desa Cibeureum yang kebetulan berada di lokasi mengatakan, sudah banyak gagasan Desa maupun Pemerintah setempat dalam menangani Limbah ini, tapi karena banyaknya peternak dan lokasinya yang yang luas sehingga menjadi sulit untuk di tertibkan.
Dia menambahkan, banyak aliran sungai dari Desa Cibeureum yang menjadi tempat pembuangan Limbah Kotoran Sapi. Sampai hari ini belum ada solusi atau penanganan yang kongkrit dari instansi terkait. Termasuk sungai yang sekarang menjadi tempat Mamad mencari pasir.
“Kalau dulu saya jijik mas, tapi karena setiap hari seperti ini jadi sudah terbiasa," paparnya. Tak hanya itu kolam ikan disamping rumahnya pun tak terlepas dari dampak pencemaran itu.
“Sekarang seminggu sekali saya membersihkan lumpur bercampur kotoran sapi di kolam saya. Lelah juga, tapi harus bagaimana lagi, kalau tidak saya bersihkan ikan saya bisa mati, “ terangnya sambil memandangi air sungai.
Seperti diberitakan sebelumnya, pencemaran sungai akibat limbah kotoran sapi dan sampah masih menjadi momok utama kalangan warga Cisarua seiring kehidupan di tengah-tengah gemerlapnya Kota Wisata Internasional yang digembar-gemborkan Bupati Rachmat Yasin belum lama ini. (cj)
Tidak ada komentar