header_ads

Seren Tahun Taman Sari Tumpah Ruah


Ribuan warga Taman Sari tumpah ruah di lapangan Kampung Budaya, Sindang Barang, Desa Pasireurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Senin (16/1/2012). Mereka berbondong-bondong  menyaksikan tradisi tahunan ‘Seren Tahun’,  sebagai bentuk raya syukur atas panen padi dan hasil bumi yang mereka nikmati selama setahun terakhir.

Acara digelar sekitar pukul 09.30 WIB dihadiri sedikitnya 70 seniman se-Kabupaten Bogor, selain warga taman sari, acara dihadiri beberapa utusan Kampung adat dari sejumlah daerah yang ada di Jawa Barat dan Banten.

Meski hujan deras sempat mengguyur tidak jadi penghalang antusiasme ribuan warga untuk menyaksikan beberapa kesenian kebudayaan  dipertunjukan satu persatu oleh para seniman se-Kabupaten Bogor untuk menghibur ribuan warga yang hadir dalam acara seren tahun kali ini.

Di halaman Kepala adat terlihat arak-arakan  hasil panen seperti Padi dan Tanaman Palawija Juga hasil panen lainnya  menjadi daya tarik dalam pagelaran hiburan untuk rakyat sekitar. Arak-arakan ini ciri khas ‘Seren Tahun’ yang dibawa rengkong dongdang dan dongdang dari rumah besar milik pemangku adat yang jauhnya kurang lebih satu kilo meter menuju kampung budaya Sindang Barang.

Kepala suku kampung budaya Sindang Barang (Pupuhu), Maki Wijaya menjelaskan, “Seren Tahun sebenarnya telah dilakukan sejak zaman Kerajaan Pajajaran, tradisi ini dilestarikan oleh warga Kampung yang dihuni sekitar 4.000  jiwa, sejak jaman kerajaan Pajajaran Berkuasa, katanya.

“Berdasarkan arkeologi di kampung sindang barang ditemukan lebih kurang 93 titik situs yang ada diwilayah tersebut. 33 diantaranya berupa bukit berundak peninggalan Kerajaan Pajajaran sebagai sarana beribadah agama Sunda pada zamanitu,” terangnya.


Pengunjung juga disuguhkan beberapa kreasi seni Replika Bukit Berunduk, Taman sri Baginda dan Suur Jalatunda yang merupakan peninggalan situs purbakala jaman kerajaan Pajajaran yang harus dilestarikan,tambahnya. (*)











Sumber: Kabar Publik (Yudi Wahyudi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.