header_ads

Aksi Damai Hizbut Tahrir Indonesia Tolak BBM


BOGOR EKSPRES - Aksi damai menolak kenaikan harga BBM kembali terjadi di kawasan Bogor. Sekitar 80 anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dari wilayah Bogor Timur (Botim),  Minggu (18/3), menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM di Perempatan Ciawi.

Dalam orasinya, kordinator aksi, Ahmad Nur Hidayatulloh, mengatakan, kenaikan harga BBM yang lagi-lagi dilakukan pemerintah merupakan dampak dari ideologi kapitalisme liberal yang diterapkan di negeri ini, sehingga liberalisasi minyak dan sas (Migas) pun dilegalkan melalui UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas. Penerapan ideologi ini terbukti hanya menyengsarakan rakyat, namun menguntungkan pihak asing.

"Pemerintah lebih memilih menyengsarakan rakyat demi "menghemat" Rp31,58 triliun, namun dengan “nyamannya” memberikan stimulus fiskal melalui APBN 2012 yang totalnya mencapai Rp50 triliun, kepada para kapitalis, termasuk para pemodal asing," ujar Nur Hidayatulloh.

Ia menambahkan,kebijakan pemerintah pusat yang akan menaikan BBM bersubsidi jenis Solar dan Premium hanya akan menambah angka jumlah warga miskin hingga sekitar 0,98 persen, dan penambahan inflasi hingga sekitar 2,15 persen.

''Rencana kenaikan BBM saja sudah membuat sejumlah kebutuhan pokok di berbagai daerah naik. Apalagi nanti, setelah diberlakukan pada April," imbuhnya.

Aksi yang dimulai pukul 08:30 Wib ini dijaga ketat puluhan aparat kepolisian..Selain berorasi, aksi itu diisi dengan pembagian selebaran kepada para pengendara yang melintas di sekitar perempatan Ciawi, plus pengumpulan tanda-tangan dari warga sekitar yang setuju menolak kenaikan harga BBM.
(Mra/Rfs/Nda)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.