Helaran Dongdang Wujud Syukur Warga Cigombong
Pesta dongdang yang dipadukan dengan kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, memiliki nilai positif sebagai media dakwah mempererat tali ukhuwah Islamiyah, selain itu merupakan wujud pelestarian seni, budaya dan agama.
Pengenalan pesta dongdang untuk daerah Kabupaten Bogor bukan
sesuatu kegiatan yang baru, sebab dikawasan wilayah selatan Kabupaten Bogor,
tepatnya di Kampung Citugu, Desa Citugu, Kecamatan Cigombong, pesta dongdang
sudah ada sejak dulu.
Pelestarian budaya dongdang eksis sampai saat ini dilakukan oleh Pondok pesantren Al-Furqoniyyah pimpinan Alm. KH. Burhanudin (Allahuyarham) yang telah melaksanakan tradisi pesta dongdang sejak tahun 1945 hingga sekarang.Sosok Alm. KH. Burhanudin yang telah melestarikan tradisi dongdang sebagai syiar dakwah di Kampung Citugu, Cigombong telah menjadi panutan dan tauladan bagi masyarakat Kabupaten Bogor, terutama keturunan dan para murid-murid yang hingga saat ini masih melestarikannya.
“Acara dongdang telah ada di daerah Cigombong sejak tahun 1954 silam. Setiap perayaan peringatan Maulid Nabi, Ponpes Al-Furqoniyyah selalu mengadakan pesta dongdang yang dilakukan oleh seluruh warga Desa Citugu. Kegiatan itu sampai saat ini tetap lestari dan dilaksanakan,” ucap pimpinan Ponpes Al- Furqoniyyah, H. Ading
Peringatan Maulid yang dipadukan dengan pesta dongdang dilaksanakan muli hari Sabtu hingga Minggu, 17-18 Maret 2012 kemarin dihadiri sekitar sepuluh ribu jamaah yang berasal dari berbagai daerah. Kegiatan ini menghadirkan penceramah dari PBNU Pusat, Dr. KH. Manarul Hidayat, dan KH. Muhtar Fatabi. Juga menampilkan Qori, Syeh Mukmin Ainul Mubarok juara Internasional Qori 2008 dan dan Khawasid yang juga juara Internasional Qori.
Pada puncak acaranya, sekitar 30 dongdang dengan berbagai ornament diarak oleh ratusan warga dari RW 11 yang memiliki 4 RT dan sekitar 300 KK. Dongdang dikumpulkan dipelataran depan Masjid Al-Furqiniyyah untuk dilakukan penilaian, dan pada tahun ini yang menjadi juara yaitu, RT 01 yang menampilkan ornament dengan kreasi seni serta menu makanan yang berfariasi.
“Kegiatan tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya, dan kami harapkan di masa mendatang pesta dongdang akan lebih meriah lagi dengan berbagai kegiatan keislaman. Semoga pesta dongdang di Kampung Citugu ini dapat menjadi contoh bagi daerah wilayah lainnya sebagai kegiatan dalam menjalin tali ukhuwah dan dakwah Islam,” harapnya.
Sementara, tokoh pemuda Kecamatan Cigombong, H. Iwan Sofwan mengatakan, pesta dongdang dilakukan selain bentuk rasa wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, Dongdang dalam acara Maulid sebagai Takzim Watakrim kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW. Pesta dongdang juga salah satu bentuk shodaqoh disamping syiar Islam dalam memperaerat tali ukhuwah Islamiyah.
Terdapat banyak manfaat dan hikmah yang terkandung dalam acara Maulid yang dipadukan dengan dongdang.
“Pesta dongdang memiliki manfaat yang sangat luas, diantaranya dalm rangka mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan syiar dakwah Islam. Pesta dongdang bukanlah kegiatan hura-hura, tetapi bentuk shodaqoh yang dikemas oleh beberapa orang sehingga terdapat nilai kebersamaan dan persaudaraan yang kuat, jika dongdang itu disatukan dengan yang lainnya, maka persaudaraan akan menambah kuat sehingga terhindari dari perpecahan sesama umat,” tandasnya. (Rfs)
Pelestarian budaya dongdang eksis sampai saat ini dilakukan oleh Pondok pesantren Al-Furqoniyyah pimpinan Alm. KH. Burhanudin (Allahuyarham) yang telah melaksanakan tradisi pesta dongdang sejak tahun 1945 hingga sekarang.Sosok Alm. KH. Burhanudin yang telah melestarikan tradisi dongdang sebagai syiar dakwah di Kampung Citugu, Cigombong telah menjadi panutan dan tauladan bagi masyarakat Kabupaten Bogor, terutama keturunan dan para murid-murid yang hingga saat ini masih melestarikannya.
“Acara dongdang telah ada di daerah Cigombong sejak tahun 1954 silam. Setiap perayaan peringatan Maulid Nabi, Ponpes Al-Furqoniyyah selalu mengadakan pesta dongdang yang dilakukan oleh seluruh warga Desa Citugu. Kegiatan itu sampai saat ini tetap lestari dan dilaksanakan,” ucap pimpinan Ponpes Al- Furqoniyyah, H. Ading
Peringatan Maulid yang dipadukan dengan pesta dongdang dilaksanakan muli hari Sabtu hingga Minggu, 17-18 Maret 2012 kemarin dihadiri sekitar sepuluh ribu jamaah yang berasal dari berbagai daerah. Kegiatan ini menghadirkan penceramah dari PBNU Pusat, Dr. KH. Manarul Hidayat, dan KH. Muhtar Fatabi. Juga menampilkan Qori, Syeh Mukmin Ainul Mubarok juara Internasional Qori 2008 dan dan Khawasid yang juga juara Internasional Qori.
Pada puncak acaranya, sekitar 30 dongdang dengan berbagai ornament diarak oleh ratusan warga dari RW 11 yang memiliki 4 RT dan sekitar 300 KK. Dongdang dikumpulkan dipelataran depan Masjid Al-Furqiniyyah untuk dilakukan penilaian, dan pada tahun ini yang menjadi juara yaitu, RT 01 yang menampilkan ornament dengan kreasi seni serta menu makanan yang berfariasi.
“Kegiatan tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya, dan kami harapkan di masa mendatang pesta dongdang akan lebih meriah lagi dengan berbagai kegiatan keislaman. Semoga pesta dongdang di Kampung Citugu ini dapat menjadi contoh bagi daerah wilayah lainnya sebagai kegiatan dalam menjalin tali ukhuwah dan dakwah Islam,” harapnya.
Sementara, tokoh pemuda Kecamatan Cigombong, H. Iwan Sofwan mengatakan, pesta dongdang dilakukan selain bentuk rasa wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, Dongdang dalam acara Maulid sebagai Takzim Watakrim kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW. Pesta dongdang juga salah satu bentuk shodaqoh disamping syiar Islam dalam memperaerat tali ukhuwah Islamiyah.
Terdapat banyak manfaat dan hikmah yang terkandung dalam acara Maulid yang dipadukan dengan dongdang.
“Pesta dongdang memiliki manfaat yang sangat luas, diantaranya dalm rangka mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan syiar dakwah Islam. Pesta dongdang bukanlah kegiatan hura-hura, tetapi bentuk shodaqoh yang dikemas oleh beberapa orang sehingga terdapat nilai kebersamaan dan persaudaraan yang kuat, jika dongdang itu disatukan dengan yang lainnya, maka persaudaraan akan menambah kuat sehingga terhindari dari perpecahan sesama umat,” tandasnya. (Rfs)

Tidak ada komentar