header_ads

Aksara Kaganga Mudah Dipelajari


KOTA BOGORRudiansyah, siswa kelas 11 SMA YPH Plus ini sudah mampu menulis aksara Ngalagena Kaganga dengan lancar. Kata demi kata, kalimat demi kalimat dari aksara latin dapat ia tulis dengan aksara Kaganga dengan mudah dan cepat. Bagaimana Rudi dapat dengan lancar menulis menggunakan aksara Kaganga?  

Tidak ada yang susah dalam mempelajari sesuatu asalkan kita tekun. Kata-kata ini sepertinya tepat untuk menggambarkan usaha Rudi dalam mempelajari aksara Ngalagena Kaganga. Di tengah kurangnya kesadaran masyarakat akan kelestarian aksara Sunda, apa yang dicapai Rudi merupakan sebuah hal yang patut dibanggakan.

Rudi, saat ditemui Bogor Ekspres beberapa hari lalu, menceritakan bagaimana ia dapat menulis aksara Kaganga dengan cepat dan mudah. Ia mengungkapkan, untuk mempelajari aksara Ngalagena Kaganga tidaklah sulit. Aksaranya mudah dihafal dan hurupnya mudah dibuat. Untuk aksara Ngalagena Kaganga, ada 23 hurup konsonan, 7 hurup vokal mandiri dan 13 tanda baca yang harus di ingat dan dan dikuasai. Untuk menghafalnya pun harus sambil menuliskan bentuk aksaranya. Dengan begitu kita dapat dengan cepat menguasainya. Rudi mengaku, ia sudah hafal dan mampu menulis aksara Kaganga hanya dalam waktu satu minggu.

“tidak susah dalam mempelajari aksara Kaganga, malah suka karena hurup-hurupnya menarik dan unik, apalagi bagi yang suka menggambar, aksara ini bagus untuk grafiti,” tutur Rudi.

Beda dengan aksara Hanacaraka, menurut Rudi, aksara Hanacaraka lebih sulit dari aksara Kaganga. Hal ini di karenakan dalam membuat lekukan garis hurup Hanacaraka lebih susah. Selain itu, penempatan tanda baca dan penghafalan hurupnya juga susah. Dalam aksara Hanacaraka terdapat 25 hurup konsonan, 5 hurup vokal dan 12 tanda baca.

“terdapat perbedaan pada aksara Kaganga dan aksara Hanacaraka, yaitu beda hurup, tanda baca, hurup vokal, hurup konsonan dan tingkat kesulitan dalam membuat lekukan aksaranya. Tapi kedua aksara itu dapat disatukan menjadi satu kesatuan, dimana aksara Hanacaraka dapat digunakan sebagai hurup kapital di awal kata dan aksara Kaganga menjadi hurup kecil,” katanya.

Walaupun di sekolah terdapat pelajaran aksara Ngalagena Kaganga, itu pun hanya menjadi pelajaran muatan lokal yang jam pertemuannya hanya sedikit. Hal ini di tambah lagi dengan kurangnya tenaga ahli guru yang khusus mengajarkan aksara Sunda. ”tidak banyak guru bahasa Sunda yang bisa aksara Sunda dan kebanyakan orang malas untuk belajar aksara Sunda karena malas untuk menghafalnya dan yang mengajarnya pun tak ada,” paparnya.

Setelah lancar dalam menulis dengan menggunakan aksara Kaganga, Rudi juga mempunyai harapan bisa membuat eskul club aksara Sunda di sekolahnya dan ingin membuat grafiti dengan aksara Sunda. Selain itu ia ingin mengusulkan agar baju batik di sekolah ada aksara Sundanya. Tidak seperti batik pada umumnya hanya menampilkan motif gambar dan aksara latin saja,” kata Rudi kepada Bogor Ekspres. (mra)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.