Rachmat Yasin: Tidak Ada Lagi Preman Jadi Wartawan
CIBINONG- Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan program sertifikasi wartawan
merupakan keharusan yang wajib diikuti seluruh pekerja pers di daerah itu. "Wartawan Kabupaten Bogor harus ikut kompetensi wartawan. Jadi tidak ada lagi istilah gampang jadi wartawan," kata Bupati saat membuka konferensi ke-II PWI Perwakilan Kabupaten Bogor, di Cibinong.
Menurut Bupati, dengan sertifikasi wartawan dapat menunjang profesionalisme jurnalis meningkatkan kemampuan menulis, meliput dan menyakikan tulisan yang enak dibaca sehingga masyarakat merasa nikmat membaca informasi yang disampaikan sesuai alurnya.
Bagaimana seorang bisa menjadi wartawan jika ijazah tidak jelas dan bisa meliput orang-orang yang memiliki kompetensi tinggi. Dengan kompetensi ini, lanjut Bupati, tidak ada lagi tukang tambal ban jadi wartawan, preman menjadi wartawan, atau LSM menjadi wartawan bahkan kontraktor yang tidak mendapat paket memilih jadi wartawan untuk mendapatkan paket.
Bupati menyayangkan adanya anekdot yang menjadikan kartu pers untuk menakut-nakuti saja. "Apakah begitu gampangnya posisi menjadi wartawan. Saya heran ada anekdot kalau pakai kartu pers tidak bisa ditilang. Kalau begitu kita jadi wartawan aja," kata Bupati.
Dia menghimbau agar wartawan yang menjalankan tugas di Kabupaten Bogor untuk melakukan uji kompetensi untuk peningkatan kualitas.
"Kualitas penulisan harus dipertahankan. Sesuai UU Pers nomo 40 tentang kode etik jurnalistik, yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat pemberitaan," kata Bupati.
Bupati menghimbau PWI Perwakilan Kabupaten Bogor untuk memanfaatkan peluang yang ada. Jika Pemda memilik alokasi dana untuk beasiswa mensarjanakan wartawan. "Pemda siap mendukung program sertifikasi wartawan dalam hal pembiayaan. Silahkan mengajukan diri. Tapi tentunya wartawan yang ikut adalah yang benar-benar akan mengabdi di Kabupaten Bogor, jangan sampai sudah dibiayai, tapi orang lain yang menikmati hasilnya," katanya. (als)
Setuju sekali dengan pernyataan bupati,,, karena saat ini banyak wartawan2 gadungan/wartawan bodrex. di tempat saya aza tukang ojek menjadi wartawan padahal background pendidikan hanya sebatas SD.
BalasHapusKita ketahui bersama profesi wartawan adalah profesi yg bagus maka untuk menjaga profesionalitas wartawan perlu adanya sertifikasi kelayakan wartawan. Jangan sampai ada wartawan yang kerjanya mengintimidasi atau mengancam orang lain (narasumber). Padahal tidak semua wartawan seperti itu, itu perbuatan yg dilakukan oleh segelintir orang.
"karena nila setitik, rusak susu sebelanga"