Rentenir Berkedok Koperasi Marak Di Kota Bogor
KOTA BOGOR- Rentenir
yang berkedok koprasi bertambah marak gentayangan masuk ke kampung-kampung
seperti halnya terjadi di jalan A.Yani, gang Karet Rt05/01 Kelurahan Tanah Sareal.
Keberadaan rentenir tersebut sangat meresahkan warga
ironisnya rentenir yang berkedok koperasi gentayangan dari pagi hingga malam
hari memburu calon nasabah dengan meminjamkan uang tunai kepada calon nasabah
dengan suku bunga yang sangat tinggi.
Suku bunga yang ditawarkan para rentenir mencapai 40 hingga 60
persen hasil dari pinjaman uang tersebut, sementara dengan adanya rentenir
yang berkedok koprasi banyak warga yang menjadi korban terlilit utang hingga
meninggalkan rumahnya. "Bahkan ada juga rumah tangganya hancur akiba
rentenir, sering kali terjadi dengan hal seperti ini seharusnya Pemkot Bogor
bertindak tegas untuk memimalisir rentenir yang berkedok koprasi masuk ke
kampung-kampung," kata Udin (31) warga setempat, Jum,at (2/3/2012)
Menurut
salah seorang korban yang tidak mau di sebutkan namanya,
mengaku melakukan pinjaman uang terhadap rentenir berkedok koprasi di karenakan
kebutuhan ekonomi selain dengan jalan pintas, melakukan pinjaman uang
dengan cara mudah untuk di dapatkan hanya menggunakan persyaratan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) maka pinjaman uang tersebut langsung
cair.
Dia menjelskan, misalkan calon nasabah pinjam uang sebesar Rp100.000,- maka ia hanya menerima sebesar Rp75.000,- saja. Itu sudah berikut potongan keanggotaan koperasi sebesar Rp25.000,- . Kemudian si peminjam harus mengembalikan pinjamannya mencapai
sebesar Rp150.000,- dengan cara diangsur setiap harinya sebesar Rp5.000,- dikalikan 30
hari.
Kepala
Disperindag Kota Bogor H.Edi Warsa ketika di konfirmasi melalui selular hingga berita ini diposting belum ada jawaban. (suhanda/yudi)
Tidak ada komentar