Startegi Kesbangpol Cegah Gerakan Radikal
MEGAMENDUNG - Cegah
munculnya aksi-aksi yang bersifat teror, Pemerintah Kabupaten Bogor
melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor,
tingkatkan kemampuan deteksi dini dan menguatkan daya tangkal
masyarakat mengantisipasi kemungkinan merebaknya terorisme di Kabupaten
Bogor.
Hal
tersebut dikatakan Plh Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor E. Rupali
saat pembukaan kegiatan penyuluhan peningkatan kewaspadaan terhadap
bahaya terorisme tingkat Kabupaten Bogor di Hotel Purnama, Cipayung,
Kecamatan Megamendung (19/3).
Dalam
sambutannya, E.Rupali mengatakan agar forum ini dimanfaatkan seoptimal
mungkin sebagai sarana komunikasi dan jejaring kerja berbagai elemen
masyarakat se-Kabupaten Bogor guna membentengi moral serta meningkatkan
ketahanan mental generasi muda dalam rangka mendorong terwujudnya
tatanan social yang religious, rukun ,damai dan saling mengharagai satu
sama lain, generasi muda merupakan elemen terbesar bangsa.
“Pemberdayaan
peran generasi muda dalam menangkal terorisme harus menjadi prioritas
program dalam menempatkan generasi muda sebagai subyek yang memiliki
kesadaran dan tanggung jawab untuk berperan aktif membangun stabilitas
daerah yang aman, damai dan kondusif serta tercegah dari penyebarluasan
ideologi menyimpang yang berdimensi terorisme”, terang Rupali.
Selain
itu lanjutnya, maraknya aksi terorisme yang terjadi selama ini tidak
dapat dilepaskan dari adanya upaya pihak-pihak tertentu yang bertujuan
mengintimidasi masyarakat untuk menyimpang dari ajaran agamanya dan
saling membesarkan perbedaan agar terpecah satu sama lain. Kondisi ini
sangat berbahaya karena disamping dapat menyebabkan individu terpisah
dari ajaran agama yang benar dan ideologi yang tepat juga berpotensi
menimbulkan disintegrasi bangsa di tengah masyarakat.
“Diharapkan
kepada seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik
mungkin, hendaknya bersifat proaktif dalam melakukan pengamatan
menyeluruh terhadap perilaku generasi muda karena mereka pada umumnya
berada dalam tahapan usia pubertas yang sangat rawan. Tingkatkan
pengetahuan keagamaan melalui informasi yang tepat kepada masyarakat,
lakukan pendekatan persuasif yang terarah guna menyelamatkan terjadinya
tindakan anarkis terhadap yang terintimidasi ajaran atau aliran
radikal”, harapnya.
Kemudian
tambahnya, lakukan pendekatan khusus kepada mereka yang mengalami
gejala terintimidasi aliran agama yang radikal, serta lakukan tindakan
penyelamatan Aqidah yang dianggap perlu melalui kerjasama dengan tokoh
agama dan orang tua wali yang bersangkutan. Cipatakan situasi dan
kondisi yang baik dengan memberdayakan seluruh potensi masyarakat
termasuk RT, RW, LPM dan generasi muda pada umumnya.
Sementara
Panitia Kepala Seksi Kewaspadaan Dini dan Ketahanan Bangsa pada Kantor
Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor, Totok Supriyadi mengatakan
kegiatan tersebut didasari oleh Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2011
tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat dan Kesatuan
Bangsa dan Politik. Waktu dan pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan
selama 2(dua) hari dari tanggal 19 sampai 20 Maret 2012, bertempat di
Hotel Purnama Desa Cipayung Kecamatan Megamendung.
“Peserta
di ikuti oleh seluruh para Kasatgas Linmas Se-Kabupaten Bogor yang
secara keseluruhan berjumlah kurang lebih 40 orang. Kasatgas Linmas
diharapkan mampu menjadi motivator, dinamisator serta garda terdepan
dalam menjaga ketentraman, keamanan dan kenyamanan lingkungan bagi
masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Bogor”, papar Totok.
Tidak ada komentar