Walikota Minta Underpass KRB Difungsikan
KOTA BOGOR- Pemerintah Kota Bogor akan memfungsikan
kembali underpass (terowongan bawah tanah) untuk sarana pengunjung Kebun
Raya Bogor yang berlokasi di Jalan Pajajaran Kota Bogor.
“Pak Walikota telah memerintahkan agar underpass yang diperuntukan bagi pengunjung KRB difungsikan kembali,“ kata Kepala Bidang Pertamanan pada DKP Dian Herdiawan kepada wartawan Selasa (28/2/2012).
Selain itu Walikota Diani Budiarto juga memerintahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk membersihkan kondom dan tumpukan sampah yang berserakan didalam underpass, “Kami juga diperintahkan oleh Pak walikota untuk membersihkan kondom dan sampah– sampah yang berserakan di dalam underpass, “kata Dian kepada wartawan Selasa (28/2/2012).
Saat ini, lanjut Dian, petugas DKP Kota Bogor fokus memperbaiki bangunan. "Kami telah menggembok pintu underpass supaya selama perbaikan tidak ada lagi oknum yang melakukan kegiatan mesum didalam underpass, “ kata Dian.
Menurut Dian, untuk memfungsikan kembali underpass diperlukan perbaikan, karena beberapa bangunan tersebut banyak yang rusak. “Kita telah memerintahkan orang bangunan untuk segera melakukan perhitungan anggaran terkait dengan perbaikan beberapa bagian yang telah rusak seperti pintu pagar, pengecetan tembok dan bagian – bagian bangunan lainnya,“ ujarnya.
Selain perbaikan bangunan, lanjutnya, pihaknya melakukan penanaman pohon-pohon tanjung di sekitar underpass. “Ini dilakukan untuk memaksimalkan kondisi taman dan pedestriannya,“ kata Dian. Lebih lanjut dia menuturkan, setelah nanti underpass berfugsi kembali akan diterapkan sistem buka tutup.
"Sistim buka tutup underpass reencananya akan diberlakukan pada hari sabtu-minggu. Teknisnya akan diserahkan kepada pihak Kebun Raya Bogor sebagai otoritasnya. Kami siap memback-up, " tandasnya.
Ditempat terpisah Humas Kebun Raya Bogor Sofi Mursidawati mengatakan pihaknya siap mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemkot Bogor. “Untuk pengawasannya kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar underpass ini siap difungsikan,”imbuhnya.
“Pak Walikota telah memerintahkan agar underpass yang diperuntukan bagi pengunjung KRB difungsikan kembali,“ kata Kepala Bidang Pertamanan pada DKP Dian Herdiawan kepada wartawan Selasa (28/2/2012).
Selain itu Walikota Diani Budiarto juga memerintahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk membersihkan kondom dan tumpukan sampah yang berserakan didalam underpass, “Kami juga diperintahkan oleh Pak walikota untuk membersihkan kondom dan sampah– sampah yang berserakan di dalam underpass, “kata Dian kepada wartawan Selasa (28/2/2012).
Saat ini, lanjut Dian, petugas DKP Kota Bogor fokus memperbaiki bangunan. "Kami telah menggembok pintu underpass supaya selama perbaikan tidak ada lagi oknum yang melakukan kegiatan mesum didalam underpass, “ kata Dian.
Menurut Dian, untuk memfungsikan kembali underpass diperlukan perbaikan, karena beberapa bangunan tersebut banyak yang rusak. “Kita telah memerintahkan orang bangunan untuk segera melakukan perhitungan anggaran terkait dengan perbaikan beberapa bagian yang telah rusak seperti pintu pagar, pengecetan tembok dan bagian – bagian bangunan lainnya,“ ujarnya.
Selain perbaikan bangunan, lanjutnya, pihaknya melakukan penanaman pohon-pohon tanjung di sekitar underpass. “Ini dilakukan untuk memaksimalkan kondisi taman dan pedestriannya,“ kata Dian. Lebih lanjut dia menuturkan, setelah nanti underpass berfugsi kembali akan diterapkan sistem buka tutup.
"Sistim buka tutup underpass reencananya akan diberlakukan pada hari sabtu-minggu. Teknisnya akan diserahkan kepada pihak Kebun Raya Bogor sebagai otoritasnya. Kami siap memback-up, " tandasnya.
Ditempat terpisah Humas Kebun Raya Bogor Sofi Mursidawati mengatakan pihaknya siap mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemkot Bogor. “Untuk pengawasannya kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar underpass ini siap difungsikan,”imbuhnya.
Pantauan Berita Bogor, lorong yang menghubungkan kampus Institut Pertanian Bogor
(IPB) Baranangsiang dan Kebun Raya Bogor (KRB) berubah fungsi
menjadi ajang maksiat. Terlihat tak terurus, dinding dicorat-coret, kumuh, dan menjijikan lantaran banyak sampah. (als)


Tidak ada komentar