Belasan Lurah Akan Diarak Ke Gedung Dewan
KOTA BOGOR - Menjelang
Hari Jadi Bogor (HJB) ke 530 Camat Bogor Selatan Kota Bogor Dadang Abdurachman
mencanangkan penggunaan baju kampret yang biasa dikenakan oleh orang sunda
tempo dulu.
Pencanangan penggunaan baju kampret lengkap dengan totopong
(iket kepala) dilakukan Camat Bogor Selatan di Aula Kecamatan Bogor Selatan
Jalan Layung Sari, Rabu (30/5/2012) sore.
Dalam kesempatan tersebut Camat Bogor Selatan
Dadang Abdurachman secara simbolis menyerahan baju kampret kepada 4 Kepada
empat lurah di wilayahnya. Selain baju kampret juga langsung dikenakan
Sekreretaris Camat Usman TZ. “ Jelang HJB kita sengaja
mengakampretkan atau mencanangkan baju kampret kepada para Lurah, untuk
lebih menyemarakan HJB ke 530, “ ujar Dadang.
Menurut Dadang, ada 18 orang yang akan mengenakan baju kampret yaitu 16 lurah,
dirinya dan Sekretaris Camat yang akan mengenakan baju kampret lengkap dengan
mengenakan totopong mulai Sabtu 2 Juni besok.
Puncaknya pada Minggu 3 Juni, kami akan datang menghadiri Sidang Paripurna
khusus DPRD memperingati HJB ke 530 di Gedung DPRD dengan mengenakan baju
Kampret. “Kita akan datang ke Gedung DPRD dengan menggunakan kendaraan delman.
Para Lurah akan diarak dengan delman mulai dari Kantor Kecamatan Bogor Selatan
Jalan Layung Sari menuju Gedung DPRD di Jalan Kapten Muslihat, “
ungkapnya.
Ia mengatakan, pihaknya sengaja mengintruksikan kepada semua
Lurahnya mengenakan baju Kampret agar perayaan HJB ke 530 terasa
gaungnya. “Sejauh ini gaung HJB kurang terasa. Makanya, dengan
mengenakan baju kampret kita berharap ada ciri khusus bahwa kita sedang
merayakan Hari Jadi Bogor, “ kata dia.
Baju kampret biasanya dipakai orang Sunda tempo dulu. Selama ini yang terlihat mengenakan baju ini adalah para penduduk “ pancer pangawinan” atau kampung adat diantaranya di Kampung Urug Bogor, meski hanya sesepuhnya, (chris)
Baju kampret biasanya dipakai orang Sunda tempo dulu. Selama ini yang terlihat mengenakan baju ini adalah para penduduk “ pancer pangawinan” atau kampung adat diantaranya di Kampung Urug Bogor, meski hanya sesepuhnya, (chris)
Tidak ada komentar