Suharlan: Siap Pimpin Paguyuban LMDH Kabupaten Bogor
LMDH - Hutan, adalah suatu kesatuan ekosistem
dan berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi
pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya. Antara yang satu
dengan yang lainnya, dalam sebuah ekosistem, tidak dapat dipisahkan.
Pengertian hutan tersebut memberikan
implikasi bahwa terjadi interaksi yang harmonis antara berbagai komponen
baik biotic maupun abiotik dalam kawasan maupun di luar kawasan hutan.
Oleh karena itu, maka Perum Perhutani
sebagai BUMN yang diberikan mandat untuk mengelola hutan Negara, juga
dituntut untuk memberikan perhatian yang besar kepada masalah sosial
ekonomi masyarakat, terutama masyarakat perdesaan yang sebagian besar
tinggal di sekitar hutan.
Pendekatan yang dilakukan dalam
pengelolaan hutan harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem hutan dan
peduli dengan masyarakat miskin di sekitar hutan. Maka, Pengelolaan
Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) adalah system pengelolaan hutan dengan
pola kolaborasi yang bersinergi antara Perum Perhutani dan masyarakat
desa hutan, atau parapihak yang berkepentingan dalam upaya mencapai
keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan yang optimal dan
peningkatan IPM yang bersifat fleksibel, partisipatif, dan akomodatif.
Begitu antara lain disasmpaikan
Sekretaris Panitia Pengarah Musda Peguyuban Lembaga Masyarakat Desa
Hutan (LMDH) Suharlan kepada KabarPublik, di Cibinong, Senin (27/5). Ia
bilang, hal itulah agaknya yang mesti diusung PHBM. Ini, dimaksudkan
untuk memberikan arah pengelolaan sumberdaya hutan dengan memadukan
aspek ekonomi, ekologi dan sosial secara proporsional dan professional.
Ia katakan, PHBM memiliki bertujuan
untuk meningkatkan peran dan tanggung jawab Perum Perhutani, masyarakat
desa hutan, dan parapihak yang berkepentingan terhadap keberlanjutan
fungsi dan manfaat sumberdaya hutan. Olerh karenanya, adanya kelompok
yang konsesn terhadap pengelolaan sumberdaya hutan dapat menjadi model
kemitraan.
Secara kelembagaan, keterlibatan
masyarakat desa hutan dalam program PHBM diwujudkan dalam wadah Lembaga
Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang dibentuk oleh masyarakat Pangkuan Desa
Hutan dengan difasilitasi oleh pemerintah desa dan Perum Perhutani.
PHBM, melalui LMDH merupakan model
pengelolaan hutan yang relatif mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Namun faktanya, Program PHBM dalam proses pengembangan masyarakat untuk
mewujudkan kelembagaan LMDH sebagai wadah perjuangan belum dijadikan
instrumen membangun kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama.
Padahal, adanya lembaga ini dapat
dimanfaatkan untuk menggali nilai-nilai luhur kemanusiaan dan
kemasyarakatan melalui sumberdaya kehutanan. Namun, pesan-pesan moral
terkait hutan ini kerap terlupakan disebabkan kepentingan-kepentingan
pribadi yang bertentangan dengan nilai-nilai yang diusung.
Kahadiran LMDH antara lain berjuang
untuk mengupayakan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dari golongan
bawah yang selama ini terabaikan agar dapat diberdayakan.
Hanya saja, untuk mewujudkannya
diperlukan penataan struktur akses dan kontrol SDA hutan. Selain,
tentunya untuk perbaikan taraf hidup pesanggem/penggarap yakni yang
dikategorikan dalam masyarakat desa hutan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, maka
masyarakat desa hutan dan parapihak yang berkepentingan di lingkungan
Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, khususnya Kabupataen Bogor, akan
melakukan Musyawarah Daerah I, guna menyamakan persepsi tentang tata
kelola hutan yang baik dalam kerangka implementasi PHBM sehingga mampu
memberikan kontribusi dalam pembangunan menuju “Hutan Hijau Lestari Mewujudkan Masyarakat Sejahtera”.
Musda yang pertama kali ini, sebut
Suharlan diselenggarakan 31 Mei 2012 bertempat di Gedung Bank BJB
Lantai 4, Jalan Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor. ”Musda ini
selain dijadikan ajang silaturahim, tetapi juga menjadi ajang agar
LMDH-LMDH menyatakan diri bergabung dalam wadah yang disebut Paguyuban
LMDH Kabupaten Bogor tersebut,” katanya.
Pada Musda ini, lanjut Suherlan, juga
akan dibahas tentang AD/ART, Program Kerja dan Rekomendasi dan tentunya
pemilihan Ketua Paguyuban LMDH Kabupaten Bogor, untuk yang pertama
kalinya.
Ditanya KabarPublik tentang kesiapan
dirinya untuk mencalon menjadi Ketua Paguyuban LMDH, Suherlan berkilah
bahwa dirinya tidak berambisi untuk mencalonkan diri menjadi Ketua
Paguyuban LMDH. “Kecuali, kalau para utusan LMDH mencalonkan saya untuk
maju menjadi Ketua Paguyuban LMDH, ya Insya Allah Saya siap 100
persen.,” katanya.
Mengenai program-program apa yang akan
dilaksanakan jika terpilih menjadi Ketua Paguyuban LMDH Kabupaten Bogor,
Suherlan menguraikan bahwa Paguyuban LMDH Kabupaten Bogor sebagai
organisasi baru tentu yang paling utama adalah konsolidasi organisasi.
“Karena ini organisasi baru, ya terutama
yang bisa dilakukan komsolidasi melalui penerapan sistem keanggotaan
terpadu. Selanjutnya, adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan LMDH
melalui berbagai pelatihan baik untuk pengurus maupun anggota. Kemudian
juga, mengidentifikasi potensi LMDH di berbagai desa dan mengembangkan
potensi komoditas unggulan desa, bekerjasama dengan perum perhutani, dan
pengusaha/investor,” katanya.
Ia menambahkan, Paguyuban LMDH harus
menjadi penggerak usaha lembaga. “Maka, terasa perlu dikembangkan
kelembagaan koperasi di setiap LMDH. Selain itu tentunya memfasilitasi
LMDH terhadap program-program pemerintah baik daerah maupun pusat”
pungkasnya.
Kegiatan Musda LMDH yang digelar untuk pertama kalinya ini targetnya
diikuti 200 orang dari LMDH se-Kabupaten Bogor. Musda ini
juga direncanakan dihadiri Ketua Paguyuban LMDH Jawa Barat, dan dibuka
oleh Bupati Bogor Drs. H. Rachmat Yasin, MM (h.asep/als)

Tidak ada komentar