Kabupaten Layak Anak Masih Tahap Observasi
CIBINONG - Tim verifikasi Kabupaten Layak Anak (KLA)
presentasikan hasil observasi selama dua hari di Ruang Rapat Wakil Bupati
Bogor, Cibinong (27/6/2012).
Dihadapan Wabub, ketua tim dari Kementrian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ernanti meminta Camat harus
terapkan kecamatan ramah anak, mengingat sebaran kecamatan di Kabupaten Bogor
sangat jauh dan luas.
“Kami lakukan verifikasi dengan 31 indikator,
dengan fokus pada pemenuhan hak asasi anak. Dan yang namanya hak asasi berarti
harus terpenuhi semuanya. Berdasarkan pengamatan kami, kawan-kawan SKPD masih
melakukan hal yang biasa, belum berbasiskan hak asasi, ada beberapa yang sudah
bagus tapi ada yg perlu perbaikan”, Ernanti.
Berdasar pada hasil verifikasi, Ernanti
menambahkan, ketersediaan data anak dan pilah berdasarkan jenis kelamin masih
lemah, kualitas BKB dan BKR perlu diperbaiki, keterlibatan dunia usaha sudah
cukup bagus. Masih ada desa yang anak-anaknya belum memiliki akte kelahiran,
karena anak yang lahir dan belum punya akte itu berarti tidak menganggapnya
manusia.
Persebaran dan kualitas perpustakaan perlu
ditingkatkan. Angka kematian bayi dan gizi buruki sudah turun, belum ada
pelarangan atas susu formula. Kawasan tanpa rokok penerapannya belum ada, angka
partisipasi pendidikan anak sejak dini sudah cukup.
Fasilitas rekreasi anak
diluar sekolah cukup banyak, kekerasan seksual pada anak ,penyimpangan seks
oleh anak dan perdagangan anak sudah mulai menurun, namun pekerja anak yang
terselubung masih ada.
Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman
menanggapi, kami pasti menerima masukan dari tim verifikasi, kami sikapi dengan
memperbaiki yang harus diperbaiki, mengadakan yang belum ada dan mengerjakan
yang sudah ada. Saya berterima kasih kepada tim, saya acungkan jempol. Kami
tidak punya sesuatu yang pantas dilombakan, tapi kami punya semangat untuk berbuat
kebaikan.
“Masalah pendidikan, rata-rata lama sekolah kami
mengalami peningkatan dari 7,1 kini diatas 8,6 tahun. Dari 25 kabupaten dan
kota, dulu kami berada di peringkat 24, kini berada di urutan 13. Upaya terus
kami lakukan secara maksimal, bahkan untuk pendidikan kita buat skala prioritas
yang tertinggi”, papar Wabup.
Kami juga dibantu Muspida dalam menangani bantuan
dari Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Kabupaten Bogor. Kami
tidak pernah menerima uang dana CSR, tapi melalui muspida seperti Kodim yang
menangani pembangunan jalan dan jembatan dan Polres menangani infrastruktur
pendidikan.
Tim verifikasi ini turun ke lapangan terlebih
dahulu sebelum diterima Wakil Bupati Bogor, mereka selama dua hari sejak Senin
(25/6) lalu ke Ciawi. Dalam KLA ini Kabupaten Bogor bersaing dengan 10 lainnya
dari provinsi lain. (Rido/Ice)
Tidak ada komentar