Warga Sikaharja Cijeruk Keluhkan Minimnya Layanan Kesehatan
CIJERUK - Warga Desa Sikaharja masih pertanyakan pelayanan
jaminan kesehatan baik Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) maupun Jaminan
Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).Salahseorang warga, Ujang Supendi menyoalkan pelayanan jaminan kesehatan tersebut di tingkat rumah sakit.
Hal ini disampaikan langsung kepada Wakil Bupati (Wabup)
Bogor Karyawan Faturahman saat dialog Jumling di Masjid Al Ihya, Desa
Sikaharja, Kecamatan Cijeruk (22/6/2012).
"Soal pelayanan jamkesda dan jamkesmas,
kalau dari tingkat desa, kecamatan, puskesmas pelayanannya sudah baik tapi
kalau sudah di rumah sakit banyak alasan salahsatunya penuh. Pelayanannya pun
sambil ketus kalau pasien jamkesmas atau jamkesda", ujar Ujang.
Menanggapi masalah tersebut Wabup menjelaskan,
jumlah RSUD di Kabupaten Bogor belum mencukupi jumlah masyarakat tidak mampu. Secara
fisik kita bisa menambahkan rumah sakit dan yang lainnya, tapi tenaga medisnya
adalah wewenang pemerintah pusat.
"Warga diharapkan menggunakan jaminan
kesehatan ini di rumah sakit yang sudah kami tunjuk. Kami siap berhutang demi
kesehatan masyarakat kami, kita punya hutang tahun kemarin 39 miliyar",
jelas Wabup.
Menurutnya, air bukan perkara mudah, namun selama
kita menanam pohon, air akan terus ada. "Ketersediaan air yang kurang juga
bisa dipengaruhi adanya pengeboran sumur yang tak berizin. Yang namanya
pengeboran air bawah tanah harus berizin. Kordinasi dengan Camat dan Kapolsek
jika menemukan penyelewengan untuk ditertibkan,” jelasnya.
Usai dialog, Wabup menyampaikan bantuan dana 25
juta Rupiah kepada DKM Al Ihya. Masjid tersebut sudah sepatutnya mendapatkan
bantuan pembangunan karena kondisinya yang jauh dari kata layak.(Rido/Ice)
Tidak ada komentar