Calon Gubernur Independen Tak Kunjung Muncul
BANDUNG - Antusiasme dari calon gubernur dan wakil gubernur yang maju melalui jalur independen dinilai minim.
Terbukti hingga pukul 15.00 hari pertama penyerahan dokumen rekapitulasi dukungan calon perseorangan dan Model B1-KWK, hingga hari ini, belum ada satu pun pasangan calon yang mendatangi Sekretariat KPU Provinsi Jawa Barat di Jl. Garut No.11 Bandung.
Padahal dari pantauan di lokasi, sejumlah petugas telah bersiap menyambut kedatangan para pasangan calon di aula KPU Jabar. Begitu pula pengamanan yang dilakukan aparat, mereka siaga di beberapa titik sejak pagi hari. Jadwal penyerahan dokumen sendiri dibuka selama 5 hari terhitung mulai 1 hingga 5 Oktober 2012, dari pukul 8.00 sampai pukul 16.00.
Kecuali hari terakhir, yaitu Jumat (5/10/2012), panitia penerima penyerahan dokumen rekapitulasi dukungan calon peseorangan dan Model B1-KWK akan berjaga dari pukul 8.00 hingga pukul 24.00. "Ya, ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan dan waktu seluas-luasnya kepada semua pasangan calon, terutama pasangan calon peseorangan atau dari jalur independen," ungkap Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat.
Yayat menegaskan, dukumen rekapitulasi dukungan yang diserahkan oleh setiap pasangan calon independen sekurang-kurangnya 75.000 lembar kertas, masing-masing lembar berisi 20 nama pendukung yang telah memiliki hak pilih, atau didukung oleh sekurang-kurangnya 1.474.614 pemilih. Dukungan sebanyak itu merupakan hasil pembagian 3 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat berjumlah 49,1 juta jiwa, dan berdasarkan data penduduk potensial pemilih (DP4) jumlah pemilih ditaksir mencapai 36 juta orang.
Lebih lanjut Yayat menjelaskan, berdasarkan rapat koordinasi KPU Jabar dengan tokoh masyarakat Indonesia dalam rangka persiapan pelaksanaan pendaftaran bakal calon perseorangan tanggal 20 September lalu, sedikitnya ada 6 pasangan calon gubernur yang akan maju melalui jalur perseorangan.
Keenam calon tersebut adalah Dikdik Mulyana Arif Mansyur, Dedi Supriadi yang lebih dikenal sebagai Dedi Dores, Endang Ilyas, Maman Daning, Daday Hudaya dan Badrudin. (san)
Terbukti hingga pukul 15.00 hari pertama penyerahan dokumen rekapitulasi dukungan calon perseorangan dan Model B1-KWK, hingga hari ini, belum ada satu pun pasangan calon yang mendatangi Sekretariat KPU Provinsi Jawa Barat di Jl. Garut No.11 Bandung.
Padahal dari pantauan di lokasi, sejumlah petugas telah bersiap menyambut kedatangan para pasangan calon di aula KPU Jabar. Begitu pula pengamanan yang dilakukan aparat, mereka siaga di beberapa titik sejak pagi hari. Jadwal penyerahan dokumen sendiri dibuka selama 5 hari terhitung mulai 1 hingga 5 Oktober 2012, dari pukul 8.00 sampai pukul 16.00.
Kecuali hari terakhir, yaitu Jumat (5/10/2012), panitia penerima penyerahan dokumen rekapitulasi dukungan calon peseorangan dan Model B1-KWK akan berjaga dari pukul 8.00 hingga pukul 24.00. "Ya, ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan dan waktu seluas-luasnya kepada semua pasangan calon, terutama pasangan calon peseorangan atau dari jalur independen," ungkap Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat.
Yayat menegaskan, dukumen rekapitulasi dukungan yang diserahkan oleh setiap pasangan calon independen sekurang-kurangnya 75.000 lembar kertas, masing-masing lembar berisi 20 nama pendukung yang telah memiliki hak pilih, atau didukung oleh sekurang-kurangnya 1.474.614 pemilih. Dukungan sebanyak itu merupakan hasil pembagian 3 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat berjumlah 49,1 juta jiwa, dan berdasarkan data penduduk potensial pemilih (DP4) jumlah pemilih ditaksir mencapai 36 juta orang.
Lebih lanjut Yayat menjelaskan, berdasarkan rapat koordinasi KPU Jabar dengan tokoh masyarakat Indonesia dalam rangka persiapan pelaksanaan pendaftaran bakal calon perseorangan tanggal 20 September lalu, sedikitnya ada 6 pasangan calon gubernur yang akan maju melalui jalur perseorangan.
Keenam calon tersebut adalah Dikdik Mulyana Arif Mansyur, Dedi Supriadi yang lebih dikenal sebagai Dedi Dores, Endang Ilyas, Maman Daning, Daday Hudaya dan Badrudin. (san)

Tidak ada komentar