Komunitas Taman Kencana Kembali Menggeliat
KOTA BOGOR - Komunitas Taman Kencana (Ko TK), kembali hadir di Taman Kencana Bogor, Minggu (7/10/2012).
Ko TK hadir di Taman Kencana dengan personil yang baru. Penampilan Ko TK dibawah kepengurusan yang baru mampu menarik perhatian pengunjung yang setiap hari Minggu berolah raga di area Taman Kencana.
Sejumlah Seni sunda di pentaskan antara lain, seni karinding, celempungan dan kacapi suling.
Menurut Ketua Ko TK yang baru, Moch. Erwan didampingi Sekretarisnya Ukar Sukardi, pementasan seni musik tradisi dan budaya Sunda rencananya akan dilangsungkan dua kali dalam sebulan, yakni minggu pertama dan minggu ketiga.
“Alhamdulillah berkat dukungan dari berbagai pihak, khususnya para seniman, ini kali pertama kami manggung di bulan Oktober,”jelasnya diamini Ukar.
Pementasan Ko TK kali ini format dasarnya sudah dibakukan, yaknii dibuka dengan rajah, sajak Sunda dan selanjutnya seni lainnya, seperti pencak silat, debus juga bisa jadi ada band lokal yang mau berpartisipasi. “Untuk pelantun Pantun Rajah dipercayakan kepada Kang Dedi sedangkan yang membacakan Sajak Sunda tentang Pajajaran oleh Kang Dadang HP,” kata Erwan.
Ia mengakui, bahwa pada penampilan perdananya, terasa kurang greget, karena ketiadaan sound system. Hal ini, lanjutnya, karena ada prosedur yang belum selesai ditempuh, khususnya mengenai penggunaan aliran listrik. “Sebagai warga negara yang baik, apalagi kami adalah seniman, kami tidak ingin melanggar aturan, jalan dulu aturan belakangan.
Kami ingin semua perizinan beres dahulu,”paparnya.Selain berkesenian para seniman yang tergabung dalam Ko Tk ini, juga menggelar diskusi kecil mengenai perkembangan seni tradisi yang tengah terjadi, penjelasan tentang alat musik yang digunakan, dan membahas budaya lainnya.
Tak hanya itu, sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk membiasakan bahasa sunda di beberapa sudut Taman Kencana terpampang tulisan yang isinya mengajak berbahasa Sunda. Ulah era jeung sieun salah ngagunakeun basa sunda (Jangan malu dan takut mempergunakan bahasa sunda-red)
KoTK tampil di Taman Kencana Bogor
Dadang HP, sang penggagas Ko TK, sependapat dengan Erwan, yang terlebih dahulu mengurus peridizinan sebelum melaksanakan kegiatan. Kesalahan mendasar dasar yang kerap dilakukan membangun dulu, izin belakangan, seperti yang terjadi dengan pembangunan menara BTS, mini market, ruko yang belakangan menjamur di Kota Bogor.
“Kita harus memberikan contoh yang baik, apalagi yang berkaitan dengan kesenian, ulah padu wae (jangan sembarangan-red), “ tukas Dadang.
Sedangkan Acoen Hidayat yang merupakan pentolan KoTK sebelumnya, berharap agar pengelolaan KoTK lebih rapi dari sebelumnya, serta kesenian yang ditampilkan lebih bervariasi lagi. “Di Bogor ini banyak sanggar tari, theater, gending, padepokan silat yang bisa diikut sertakan, bahkan bila memungkinkan kita melibatkan anak-anak sekolah untuk tampil di tempat ini,” imbuhnya (chris)
Ko TK hadir di Taman Kencana dengan personil yang baru. Penampilan Ko TK dibawah kepengurusan yang baru mampu menarik perhatian pengunjung yang setiap hari Minggu berolah raga di area Taman Kencana.
Sejumlah Seni sunda di pentaskan antara lain, seni karinding, celempungan dan kacapi suling.
Menurut Ketua Ko TK yang baru, Moch. Erwan didampingi Sekretarisnya Ukar Sukardi, pementasan seni musik tradisi dan budaya Sunda rencananya akan dilangsungkan dua kali dalam sebulan, yakni minggu pertama dan minggu ketiga.
“Alhamdulillah berkat dukungan dari berbagai pihak, khususnya para seniman, ini kali pertama kami manggung di bulan Oktober,”jelasnya diamini Ukar.
Pementasan Ko TK kali ini format dasarnya sudah dibakukan, yaknii dibuka dengan rajah, sajak Sunda dan selanjutnya seni lainnya, seperti pencak silat, debus juga bisa jadi ada band lokal yang mau berpartisipasi. “Untuk pelantun Pantun Rajah dipercayakan kepada Kang Dedi sedangkan yang membacakan Sajak Sunda tentang Pajajaran oleh Kang Dadang HP,” kata Erwan.
Ia mengakui, bahwa pada penampilan perdananya, terasa kurang greget, karena ketiadaan sound system. Hal ini, lanjutnya, karena ada prosedur yang belum selesai ditempuh, khususnya mengenai penggunaan aliran listrik. “Sebagai warga negara yang baik, apalagi kami adalah seniman, kami tidak ingin melanggar aturan, jalan dulu aturan belakangan.
Kami ingin semua perizinan beres dahulu,”paparnya.Selain berkesenian para seniman yang tergabung dalam Ko Tk ini, juga menggelar diskusi kecil mengenai perkembangan seni tradisi yang tengah terjadi, penjelasan tentang alat musik yang digunakan, dan membahas budaya lainnya.
Tak hanya itu, sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk membiasakan bahasa sunda di beberapa sudut Taman Kencana terpampang tulisan yang isinya mengajak berbahasa Sunda. Ulah era jeung sieun salah ngagunakeun basa sunda (Jangan malu dan takut mempergunakan bahasa sunda-red)
KoTK tampil di Taman Kencana Bogor
Dadang HP, sang penggagas Ko TK, sependapat dengan Erwan, yang terlebih dahulu mengurus peridizinan sebelum melaksanakan kegiatan. Kesalahan mendasar dasar yang kerap dilakukan membangun dulu, izin belakangan, seperti yang terjadi dengan pembangunan menara BTS, mini market, ruko yang belakangan menjamur di Kota Bogor.
“Kita harus memberikan contoh yang baik, apalagi yang berkaitan dengan kesenian, ulah padu wae (jangan sembarangan-red), “ tukas Dadang.
Sedangkan Acoen Hidayat yang merupakan pentolan KoTK sebelumnya, berharap agar pengelolaan KoTK lebih rapi dari sebelumnya, serta kesenian yang ditampilkan lebih bervariasi lagi. “Di Bogor ini banyak sanggar tari, theater, gending, padepokan silat yang bisa diikut sertakan, bahkan bila memungkinkan kita melibatkan anak-anak sekolah untuk tampil di tempat ini,” imbuhnya (chris)

Tidak ada komentar