SP Indocement Adukan Teror Ke DPRD
CITEUREUP - Serikat Pekerja (SP) Indocement mengadu ke dewan. Mereka merasa, ada pembiaran yang terjadi dalam penyerangan yang dilakukan sekelompok preman terhadap mereka.
Hal terkait ketidak nyamanan buruh yang terancam dalam bekerja dan tidak puas dengan penanganan kasus penyerangan yang terjadi di kawasan pabrik Indocement.
"Ada pembiaran dalam penyerangan itu. Polisi dan satpam membiarkan massa penyerang," ujar salah satu anggota SP Indocement.
Mereka menuduh, manajemen PT Indocement terlibat dalam penyerangan tersebut. Hal ini terlihat dari tidak adanya petugas keamanan untuk mengamankan lokasi pabrik.
Selain itu, sekuriti juga membiarkan massa masuk ke dalam areal pabrik tanpa ada halangan atau pun pemeriksaan. Sementara itu, Kabag Ops Polres Bogor AKP Zulkarnaen Harahap membantah jika ada pembiaran dalam penyerangan tersebut.
"Tidak ada pembiaran dalam penyerangan itu. Kami sudah mencoba untuk mengatasinya. Tapi karena kejadiannya spontan, terjadilah hal itu," katanya. AKP Zulkarnaen mengatakan, pihaknya siap memberikan bukti-bukti jika kepolisian sudah berupaya untuk meredam kejadian itu.
"Kalau pihak SP Indocement masih mengatakan ada pembiaran, kami akan memberikan bukti-buktinya. Kami akan tunjukkan sms-sms kepada SP," pungkasnya. (ice/dung)

Tidak ada komentar