Program Minapolitan Kabupaten Bogor
Permasalahan yang dihadapi meliputi; Kualitas induk yang tidak stabil, Harga pakan yang relatif mahal, Kurangnya pengetahuan sumberdaya manusia kususnya terkait penganan terhadap penyakit, Kualitas dan kuantitas benih yang tidak stabil, Harga jual (pasar), sangat fluktuatif.
Guna menjawab tantangan tersebut, Disnakkan Kabupaten Bogor telah menerapkan Strategi dan Program Pengembangan Budidaya Ikan. Strategi yang dilakukan menyangkut Peningkatan daya saing produk budidaya melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi serta peningkatan kualitas produk budidaya.
Sementara Program yang dilakukan diantaranya, Penyediaan Induk Unggul – Bank Induk, Perbaikan dan Standardisasi Teknologi Budidaya (GAP)untuk Peningkatan kualitas produk (bebas anti biotik, bebas bau lumpur, tdak menggunakan pakan limbah)- aplikasi Probiotik, Produksi pakan suplemen dari bahan baku lokal untuk pengganti pakan limbah, Pusat Informasi dan Pengembangan Tekonologi Budidaya dan pemasaran (R&D), Pendirian laboratorium lapang (kualitas air dan penyakit) dan Peningkatan Kualitas SDM- Pusat Pelatihan.
Hal ini merupakan komitmen Kelembagaan Pengembangan Minapolitan Budidaya Kabupaten Bogor yang mengedepankan Visi: Terwujudnya Kawasan Minapolitan Sebagai Pusat Pengembangan Kegiatan Perikanan Budidaya dan Pengolahan Produk Perikanan Yang Berdaya Saing Tinggi, Efisien dan Berkualitas Untuk Kesejahteraan Masyarakat.Sedangkan Misi: Mengembangkan Sentra Produksi Komoditi Unggulan, Mengembangkan Jaringan Pemasaran Berbasis Teknologi Informasi, Mengembangkan Kawasan Minapolitan Sebagai Kawasan Minaeduwisata, Mengembangkan Pengolahan Produk Ikan Lele, Mengembangkan Pusat Pelayanan Kawasan (Sentra Minapolitan), Mengembangkan Infrastruktur Dasar, Infrastruktur Perikanan, dan Wisata, Mengembangkan Sistem Kelembagaan minapolitan, dan Mengembangkan Pembiayaan minapolitan.
Hasil komoditas unggulan diantaranya budidaya Lele, Nila dan Patin, Mas, Gurame, Bawal, Tawes dan Tambakan.
GUNUNG SINDUR
Tersebar di desa Pangasinan, Cibinong, Gunung Sindur, Curug, Cidokom, Pabuaran dengan total produksi ikan konsumsi 5.820,44 ton per tahun.
CISEENG
Tersebar di desa Babakan, Parigi Mekar, Putat Nutug, Ciseeng, Cibentang, Cibeuteung Udik, Cibeuteung Muara, Cihoe dengan total produksi ikan konsumsi 2.895,67 ton/tahun dan hasil produksi benih 15.049.070 ek per tahun.
PARUNG
Tersebar di desa Bojong Indah, Cogreg, Bojong Sempu, Waru Jaya, Waru, Pamegar Sari dengan total produksi ikan konsumsi 7.357,60 ton per tahun.
KEMANG
Tersebar di desa Pabuaran, Kemang, Tegal, Pondok Udik, Bojong Jampang dengan total produksi ikan konsumsi 698,43 ton per tahun
Hirarki Kelembagaan Pengelola Minapolitan Bogor
KEGIATAN YANG MENUNJANG PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN TAHUN 20210
KEGIATAN YANG MENUNJANG PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN TAHUN 2011
KEGIATAN YANG MENUNJANG PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN TAHUN 2012
DASAR HUKUM
PERMENKP NOMOR : PER.12/MEN/2010 TENTANG MINAPOLITAN;
KEPMENKP NOMOR : KEP.39/MEN/2011 Tentang Perubahan Atas KEPMEN KP No. KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN;
KEPMENKP NOMOR KEP.43/MEN/2010 TENTANG TIM KERJA MINAPOLITAN;
KEPMENKP NOMOR : KEP.01/MEN/2010 TENTANG TIM PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN;
NOTA KESEPAKAN ANTARA KEMETERIAN KP dan PU Nomor : 06/MEN-KP/KB/VI/2010 dan Nomor : 02/PKS/M/2010 tentang PENGEMBANGAN KAWASAN EKONOMI BERBASIS KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN KONSEP MINAPOLITAN;
KEPMENKP NOMOR KEP.18/MEN/2011 TENTANG PEDOMAN UMUM MINAPOLITAN.
KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH
Perda Kab. Bogor No. 19/2008 , ttg RTRW
Perda No 7 Th 2009 tentang RPIJM Kab. Bogor
Perbup No 84/2009 ,ttg RP3 ( Revitalisasi Pertanian dan Pembangunan Pedesaan )
Keputusan Bupati Bogor No 523.31/227/Kpts/Huk/2010 ttg Penetapan Lokasi Kawasan Minapolitan
Kpts Bupati Bogor No : 523/220/Kpts/2010, Tentang : Pokja Pengembangan Minapolitan Di Kabupaten Bogor.
Kepala Disnakkan Kabupaten Bogor, Sotrisno
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@ gmail.com
(sumber:Disnakkan Kab.Bogor)

Tidak ada komentar