Anugerah Apresiasi Film Indonesia Di SICC
BABAKANMADANG - Kabupaten Bogor meraih kepercayaan menjadi tuan rumah malam puncak Anugerah Apresiasi Film Indonesia (AFI) di Sentul International Convention Center (SIIC), Minggu (2/12/2012).
Acara bergengsi yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini disiarkan langsung stasiun televisi ANTV. Dalam acara tersebut Bupati Bogor Rachmat Yasin selaku tuan rumah membuka acara dengan rangkaian sambutan.
Menurut Rachmat Yasin, saya bersyukur atas nama rakyat Kabupaten Bogor kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah percayakan Kabuapten Bogor sebagai tuan rumah AFI. Ini adalah pengakuan negara dimana film Indonesia adalah bagian dari pendidikan anak bangsa. Maka isi film harus bertanggung jawab dalam membangun karakter bangsa dan pendidikan anak bangsa. Kami masyarakat Bogor menanti prodak-prodak film yang bermutu.
Acara dipandu Sarah Sechan, Denny Chandra, Ronald S, dan Tikeu Priatnakusuma. Ada juga penampilan dari band GIGI, Idris Sardi, Angklung Udjo, dan Tarian Daerah.“Karena ini ajang film yang berbasis pada budaya, maka sewajarnya kita tampilkan sesuatu yang mencerminkan budaya Indonesia, seperti tari daerah, angklung Udjo, dan lain-lain,” kata Deddy Setiadi, program manajer malam anugerah AFI.
AFI melombakan 10 film yang dipecah untuk 12 kategori nominasi dari 90 film yang masuk. Kesepuluh film itu, Brandal-brandal Ciliwung, Cita Citaku Setinggi Tanah, Garuda di Dadaku, Hafalan Sholat Delisa, Mata Tertutup, Perahu Kertas 1, Negeri 5 Menara, Rumah di Seribu Ombak, Soegija, dan Tanah Surga Katanya.
Sedangkan 12 kategori yang dilombakan; Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Sutradara Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Suara Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Penulis Skenario Cerita Asli, Pengarah Artistik Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Pendukung Wanita Terbaik, dan yang paling bergengsi tentunya Film Cerita Panjang atau Bioskop Secara Utuh Terbaik.
Untuk kategori Film Cerita Panjang atau Bioskop Terbaik dari 10 film disaring menjadi lima. Yakni film Mata Tertutup, Soegija, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Tanah Surga Katanya, dan Brandal-Brandal Ciliwung. Sementara tim Dewan Juri Film Cerita Panjang/Bioskop AFI 2012, terdiri atas para pakar pendidikan dan komunikasi seperti, Arief Rahman, Imam Prasodjo, Tjipta Lesmana, George Kamarullah, dan Mathius Ali.
Sementara Sulistyo Tirtokusumo, Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, atas nama pemerintah saya ingin memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pelaku perfilman.
“Kita masih ingat Petualangan Sherina, film ini membuktikan tegaknya kembali perfilman Indonesia. Kita sudah bangga dengan prestasi yang dicapai Laskar Pelangi. Mari kita kibarkan sang merah putih di perfilman kita dan di hati kita”, katanya.
Pada acara terserbut akhirnya yang unggul untuk kategori Film Dokumenter Terunggul, yang dibacakan Olga Lidya dan Yama Carlos adalah Film Short Story Of Raden Saleh Bustaman, karya sutradara Sukiyanto. Pemeran Anak-Anak Terunggul, dibacakan Derby Romero adalah M.Sihab Imam Mutaqin di film CitaCitaku Setinggi Tanah. Film Animasi Terunggul adalah Haaah karya M.Panji Saefullah. Film Pendek Terunggul, dibacakan Joshua dan Dinda Kanya Dewi yakni Say Hello To Yellow, Penulis cerita asli terbaik yakni Garin Nugroho dalam Film Sugiya.
Kemudian Pemeran Pendukung Pria Terunggul yakni Kukuh Riyadi dalam film Mata Tertutup. Sutradara Terunggul, yakni Garin Nugroho dalam film Mata Tertutup, Pemeran Wanita Terunggul yakni Jajang C.Nur dalam film Mata Tertutup, dan Pemeran Utama Pria Terunggul
Fuad Idris dalam film Tanah Surga Katanya.
Selanjutnya dibacakan juga Penata Visual Teunggul, Penata Suara Terunggul, Penata Musik Teunggul, Penyunting Gambar Terunggul, Penata Sinematografi Terunggul dan Insan Pecinta Seni. Acara dihadiri beberapa artis terkenal yang sebelumnya melenggok di Red Carpet untuk pengabadian gambar foto oleh para wartawan yang sudah menunggu. (ice)
Acara bergengsi yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini disiarkan langsung stasiun televisi ANTV. Dalam acara tersebut Bupati Bogor Rachmat Yasin selaku tuan rumah membuka acara dengan rangkaian sambutan.
Menurut Rachmat Yasin, saya bersyukur atas nama rakyat Kabupaten Bogor kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah percayakan Kabuapten Bogor sebagai tuan rumah AFI. Ini adalah pengakuan negara dimana film Indonesia adalah bagian dari pendidikan anak bangsa. Maka isi film harus bertanggung jawab dalam membangun karakter bangsa dan pendidikan anak bangsa. Kami masyarakat Bogor menanti prodak-prodak film yang bermutu.
Acara dipandu Sarah Sechan, Denny Chandra, Ronald S, dan Tikeu Priatnakusuma. Ada juga penampilan dari band GIGI, Idris Sardi, Angklung Udjo, dan Tarian Daerah.“Karena ini ajang film yang berbasis pada budaya, maka sewajarnya kita tampilkan sesuatu yang mencerminkan budaya Indonesia, seperti tari daerah, angklung Udjo, dan lain-lain,” kata Deddy Setiadi, program manajer malam anugerah AFI.
AFI melombakan 10 film yang dipecah untuk 12 kategori nominasi dari 90 film yang masuk. Kesepuluh film itu, Brandal-brandal Ciliwung, Cita Citaku Setinggi Tanah, Garuda di Dadaku, Hafalan Sholat Delisa, Mata Tertutup, Perahu Kertas 1, Negeri 5 Menara, Rumah di Seribu Ombak, Soegija, dan Tanah Surga Katanya.
Sedangkan 12 kategori yang dilombakan; Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Sutradara Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Suara Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Penulis Skenario Cerita Asli, Pengarah Artistik Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Pendukung Wanita Terbaik, dan yang paling bergengsi tentunya Film Cerita Panjang atau Bioskop Secara Utuh Terbaik.
Untuk kategori Film Cerita Panjang atau Bioskop Terbaik dari 10 film disaring menjadi lima. Yakni film Mata Tertutup, Soegija, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Tanah Surga Katanya, dan Brandal-Brandal Ciliwung. Sementara tim Dewan Juri Film Cerita Panjang/Bioskop AFI 2012, terdiri atas para pakar pendidikan dan komunikasi seperti, Arief Rahman, Imam Prasodjo, Tjipta Lesmana, George Kamarullah, dan Mathius Ali.
Sementara Sulistyo Tirtokusumo, Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, atas nama pemerintah saya ingin memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pelaku perfilman.
“Kita masih ingat Petualangan Sherina, film ini membuktikan tegaknya kembali perfilman Indonesia. Kita sudah bangga dengan prestasi yang dicapai Laskar Pelangi. Mari kita kibarkan sang merah putih di perfilman kita dan di hati kita”, katanya.
Pada acara terserbut akhirnya yang unggul untuk kategori Film Dokumenter Terunggul, yang dibacakan Olga Lidya dan Yama Carlos adalah Film Short Story Of Raden Saleh Bustaman, karya sutradara Sukiyanto. Pemeran Anak-Anak Terunggul, dibacakan Derby Romero adalah M.Sihab Imam Mutaqin di film CitaCitaku Setinggi Tanah. Film Animasi Terunggul adalah Haaah karya M.Panji Saefullah. Film Pendek Terunggul, dibacakan Joshua dan Dinda Kanya Dewi yakni Say Hello To Yellow, Penulis cerita asli terbaik yakni Garin Nugroho dalam Film Sugiya.
Kemudian Pemeran Pendukung Pria Terunggul yakni Kukuh Riyadi dalam film Mata Tertutup. Sutradara Terunggul, yakni Garin Nugroho dalam film Mata Tertutup, Pemeran Wanita Terunggul yakni Jajang C.Nur dalam film Mata Tertutup, dan Pemeran Utama Pria Terunggul
Fuad Idris dalam film Tanah Surga Katanya.
Selanjutnya dibacakan juga Penata Visual Teunggul, Penata Suara Terunggul, Penata Musik Teunggul, Penyunting Gambar Terunggul, Penata Sinematografi Terunggul dan Insan Pecinta Seni. Acara dihadiri beberapa artis terkenal yang sebelumnya melenggok di Red Carpet untuk pengabadian gambar foto oleh para wartawan yang sudah menunggu. (ice)

Tidak ada komentar