BPPT Rekayasa Cuaca
Rekayasa cuaca yang mulai dilakukan hari ini, Sabtu (26/1/2013), bertujuan untuk mengurangi risiko banjir di Ibu Kota.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan sejumlah lembaga terkait akan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau "rekayasa langit" untuk mengurangi tingginya curah hujan yang diprediksi bakal terjadi.
Hal ini diutarakan Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan BPPT, Tri Handoko Seto. Menurutnya, awan yang akan masuk ke wilayah Ibu Kota akan dipercepat menjadi hujan.
"Kami taburi bahan semai dari pesawat Herciles TNI, sehingga awan itu cepat menjadi hujan dan tidak terjadi di wilayah Jabodetabek," kata dia. Selain itu, metode ini juga bisa menggunakan Ground Base Generator (GBG).
Awan yang ada di atas wilayah Jakarta, lanjutnya, akan direkayasa supaya tidak menjadi hujan dengan cara menaburi partikel halus yang bisa membuat awan berpendar dibawa angin menjauh dari atas Jakarta. (als)
foto ilustrasi
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@ gmail.com
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan sejumlah lembaga terkait akan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau "rekayasa langit" untuk mengurangi tingginya curah hujan yang diprediksi bakal terjadi.
Hal ini diutarakan Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan BPPT, Tri Handoko Seto. Menurutnya, awan yang akan masuk ke wilayah Ibu Kota akan dipercepat menjadi hujan.
"Kami taburi bahan semai dari pesawat Herciles TNI, sehingga awan itu cepat menjadi hujan dan tidak terjadi di wilayah Jabodetabek," kata dia. Selain itu, metode ini juga bisa menggunakan Ground Base Generator (GBG).
Awan yang ada di atas wilayah Jakarta, lanjutnya, akan direkayasa supaya tidak menjadi hujan dengan cara menaburi partikel halus yang bisa membuat awan berpendar dibawa angin menjauh dari atas Jakarta. (als)
foto ilustrasi
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@ gmail.com

Tidak ada komentar