header_ads

SMKN 1 Cibinong Diduga Pungli


BOGOR - Awal tahun 2013 ini,  adanya dugaan praktek Pungutan Liar (Pungli) sekolah mencuat kembali.

SMKN 1 Cibinong diduga melakukan pungli sebesar Rp 800 Ribu melalui edaran kartu iuran yang dibagikan kepada para siswa kelas akhir.  

Belum diketahui apakah iuran itu sudah melalui persetujuan Komite Sekolah, namunfaktanya sejumlah Orangtua murid mengaku belum ada pemberitahuan sebelumnya.

Sekolah yang eks RSBI ini mengedarkan kartu iuran yang ditandatangani dan distempel oleh Kepala SMKN 1 Cibinong Zainal Abidin S.Pd dan bendahara Lia Amalia Savitri  lengkap dengan rincian biaya.


Diuraikan , siswa dibebankan biaya skck ,perpisahan,kartu kuning,pra dan pasca UN, pemotretan ,pengayaan ,album kenangan dan pemasaran tamatan dengan total jumlah hampir mendekati 1 juta rupiah .

Bahkan, pada kartu iuran itu tidak tertera tanggal diterbitkannya. Pantauan dilapangan sejumlah orang tua siswa sudah ada yang membayar secara dicicil maupun lunas.


Dituturkan orang tua murid, AH (44), dirinya terpaksa membayar agar anaknya yang sekolah di SMKN1 Cibinong bisa berkonsentrasi belajar. Sebab, belakangan anak tersebut kerap merengek meminta uang untuk membayar iuran itu kepada orang tuanya.

Saat dikonfirmasi dengan adanya pungli ini kepala Dinas Pendidikan Kab Bogor Rustandi tidak dapat dihubungi ,(25/1/2013) petang .


Sementara ketua Komisi D DPRD Kab Bogor Sumarli merasa terkejut mendengar adanya laporan pungli yang dilakukan pihak SMKN1 Cibinong. 

Dia berjanji, bila benar informasi itu maka akan segera memanggil pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk minta klarifikasi terkait hal tersebut . (dun/g)







Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@ gmail.com


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.