header_ads

Class Gardening Community


KOTA BOGOR - Upaya pendidik untuk menanamkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dalam semangat kewirausahaan khususnya di kalangan siswa patut ditiru.

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Bogor meluncurkan program Class Gardening Community, yakni komunitas kelas berkebun.  

Launching program kali pertama ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bogor Aim Halim Hermana, Sabtu (12/1/2013).

“Saya mewakili Pak Walikota Bogor menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SMA Negeri 6 yang telah berinisiatif membentuk komunitas kelas berkebun atau Class Gardening Community, “ kata Aim saat menyaksikan Lauching tersebut. 

Menurutnya, inisiatif menyusun program membentuk komunitas berkebun merupakan bagian dari tujuan lebih luas yang ingin dicapai oleh para pengagas, yaitu usaha untuk menanamkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dalam semangat kewirausahaan khususnya di kalangan siswa SMA Negeri 6 Kota Bogor.


Dirinya mengakui saat ini memang sudah banyak bermunculan berbagai kegiatan di lingkungan sekolah. 

"Mulai dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah menengah yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian peserta didik pada permasalahan lingkungan. Ini bagian dari pengembangan dari sekolah hijau dan sekolah Adiwiyata, “ katanya.

Sekolah hijau ataupun di sekolah adiwiyata, lanjutnya, telah berlangsung berbagai kegiatan seperti program 3R (Reduce,Reuse, Recycle)  yang menjadikan lingkungan sekolah asri dan bersih sehingga akan menjadi lingkungan belajar yang nyaman untuk mendukung berjalannya proses belajar dan mengajar yang lebih baik lagi.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kota Bogor Maman Suherman menjelaskan, Class Gardening Community diluncurkan oleh SMAN 8 bertujuan untuk melatih anak didik merubah kebiasaan yang kurang baik. 

Diharapkan memicu peduli terhadap lingkungan.  Namun tak sebatas hanya itu, sambung Maman, tetapi bagaimana memelihara, dan memberdayakan para siswa terlibat dalam aktivitas lingkungan,  sedangkan guru dan kepala sekolah hanya sebagai pendukung. 

Ia berharap bahwa para siswa yang cerdas dan terampil  selain memiliki imtaq (Iman dan Taqwa) yang kuat, tetapi para siswa juga peduli terhadap lingkungan, sehingga generasi kedepan akan bisa menikmatinya.  “Jadi begitu mereka keluar dari SMAN 6, mereka akan menjadi alumni kembali ke masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, “ kata Maman.

Ketua Panitia Kegiatan Tati Mulyati mengungkapkan, banyak hal yang telah dilakukan  SMAN 6 Bogor untuk Sekolah Adiwiyata Mandiri, antara lain lomba kebersihan kelas yang penilaiannya dilakukan setiap hari dan diumumkan pada upacara bendera pada setiap hari Senin.  

Dalam lomba tersebut bagi kelas yang berhasil meraih juara pertama,  disiapkan uang kadeudeuh untuk kas kelas sebesar Rp.25 ribu, juara ke II Rp.20 ribu, dan juara ke III Rp. 15 ribu.  Disamping itu disediakan piala bergilir, dan  apabila berhasil meraih juara pertama tiga kali berturut-turut tersebut  akan menjadi piala tetap. 

Acara peluncuran Class Gardening Community SMA Negeri 6 Kota Bogor dihadiri Kabid Dikmenum Dinas Pendidikan Kota Bogor Agus Suherman, Kepala SMA Negeri 1 H. Surya sekaligus selaku Ketua MKKS, Muspika, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Dampak Lingkungan pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Syahlan Rasyidi, Lurah Tanah Sareal Dendi, dan para guru SMA Negeri 6. (eka)







Editor: Michelle
Email: beritabogor2002@ gmail.com


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.