header_ads

Megamendung Puncak Longsor Enam Jiwa Melayang

MEGAMENDUNG - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Puncak Bogor mengakibatkan bencana longsor dan menelan enam korban jiwa.

Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor hingga kini masih melakukan evakuasi dilokasi longsor yang menewaskan enam orang akibat tertimbun longsor di Desa Cipayung Datar Rt 6/02, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Dua orang ditemukan dalam timbunan longsor jam 9 pagi. Sementara empat lainnya baru berhasil di evakuasi dari timbunan tanah longsor jam 1 siang," jelas kepala BPBD Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat, Selasa (15/1/2013).

Kejadian itu mengakibatkan meninggal dunia enam warga, Haris (55), Suhendi (12), Karminah (46), Roni (22), Ita (12) dan Robi (17). Sedangkan warga mengalami luka ringan sebanyak tiga warga.


Tak kurang dari 51 warga atau 17 KK terpaksa diungsikan lantaran lokasi bencana ditutup police line mengantisipasi longsor susulan. 

Kerugian material bangunan meliputi empat rumah warga rusak berat, tiga rumah rusak ringan, sebuah Mushola,  dan delapan Rumah lainnya terancam longsor susulan.

Dari bencana tersebut TRC BPBD Kabupaten Bogor melakukan assesment, kaji detail dan evakuasi. 


"Longsor di kawasan tesebut terjadi sekitar pukul 06.00 Wib menenggelamkan 5 rumah di Desa Cipayung Girang, RT 06/ RW 02," jelas Yous di lokasi kejadian.

Menurut keterangan warga, para korban tertimbun longsor ketika tengah tertidur pulas. Longsor terjadi akibat kontur tanah yang labil dan hujan deras yang menggur kawasan tersebut. 


Pasca bencana, pihak Pemkab Bogor memberikan santunan seberasr Rp5 Juta kepada masing - masing keluarga korban. Pihaknya berencana merelokasi bangunan yang luluh lantah akibat bencana itu. 

"Lokasinya sedang dicari, dan kami berharap warga lainnya yang bermukim di daerah rawan longsor mau direlokasi juga demi keselamatan jiwa," 

Sebelumnya, Wakil Bupati Bogor H.Karyawan Faturahman meninjau lokasi bencana longsor dari dekat.

Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman yang langsung meninjau lokasi, mengatakan, ini adalah peringatan bagi kita, siapapun yang akan membangun bangunan harus peduli dengan lingkungan. Karena lokasi yang curam harus terdapat tumbuhan pohon berakar sampai ke dalam, sementara di lokasi ini hanya ada rumput. 

“Semua korban selamat akan direlokasi, dan beban biayanya akan ditanggung APBD Kabupaten Bogor. Bantuan teknis lainnya akan segera datang. Saya melihat lokasi tersebut sudah tidak bisa lagi ditempati, jika kembali ditempati artinya kita menantang bencana lagi. Selanjutnya pemerintah akan memperketat izin peruntukan tanah”, jelasnya.

Korban selamat yang mengungsi berjumlah 48 orang yang ditampung di tiga tempat, beberapa diantaranya ditampung keluraga terdekatnya. Sampai para korban diselamatkan, hujan masih terus mengguyur lokasi bencana.  (als)











Editor: Alsabili

Email: beritabogor2002@ gmail.com




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.