header_ads

Masyarakat Diwajibkan Daur Ulang Sampah


KOTA BOGOR - Tahun ini masyarakat kota tidak diperbolehkan membuang sampah, melainkan melakukan pengolahan sampah dengan cara reduce, reuse dan recycle.

Permasalahan sampah yang menumpuk di Kota Bogor kerap sekali membuat masyarakat Kota Hujan mengeluh, namun sekarang ini pelayanan untuk mengatasi sampah tersebut juga terus ditingkatkan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor, Daud Nedo Darenoh berujar, pada tahun 2013 nanti, program pengelolaan sampah dengan 3R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle akan terus diperkuat.

“Masyarakat tidak diperbolehkan membuang sampah, melainkan melakukan pengolahan sampah dengan cara 3R tersebut,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan, bahkan prioritas lain yaitu memperkuat upaya pendidikan dan penyuluhan sebagai bagian dari mengubah perilaku masyarakat, agar terbiasa mengelola sampah dengan konsep 3R. Selan itu, untuk mengatasi permasalahan sampah wilayah, pelayanan sampah terus meningkat, bahkan mencapai hingga 12,7 Hektar.

“Dalam pelayanan pada tahun 2012 ini memang meningkat, bahkan untuk mengatasi sampah tersebut ktia menggunakan konsep tiga cara yakni reduce, reuse dan recycle,” ujarnya dalam jumpa pers di Ruang rapat III Balaikota Bogor, pekan lalu.

Dari data yang diperoleh, perharinya tingkat timbunan sampah di Kota Bogor mencapai 2.447 merter perkubik perharinya.

“Jika dibandingkan pada tahun 2006, jumlah timbunan sampah hanya mencapai 2.185 meter perkubik dan kenaikan itu diimbangi dengan bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ketahun,” jelas Daud.

Daud menambahkan, indikator kebersihan yang juga mengalami peningkatan adalah jumlah sampah terangkut hingga akhir 2012 mencapai 1.718 meter perkubik perharinya, atau sekitar 70,21 persen dari total timbunan sampah sekitar 2.447 meter per kubik per hari.

“Kenaikan tersebut didukung oleh armada efektif, yaitu 63 unit dump truck, 29 unit arm roll, tiga unit compactor truck, tujuh unit kijang pick up, 15 unit gerobak motor dan 105 unit container yang tersebar diwilayah Bogor,” pungkasnya. (*cf)









Editor: Michelle
Emai: beritabogor2002@ gmail.com







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.