Kesbangpol Kumpulkan Pemuka Agama
KOTA - Berbeda keyakinan dan agama bukan berarti berbeda ideologi berbangsa dan bernegara.
Guna meningkatkan rasa toleransi antar umat beragama di Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor, mengumpulkan tokoh perwakilan agama di Gedung Graha Pool Jl. Meredeka Bogor, Kamis (11/4/2013).
Kegiatan yang dikemas dengan nama Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Kota Bogor, dibuka oleh Asisten Tata Paraja Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Bogor Ade Sarif Hidayat mewakili Walikota Diani Budiarto.
Kepala Kesbangpol Kota Bogor Aep Syaefudin mengatakan, kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama digelar sebagai upaya untuk mengantisipasi, mengeleminir serta mendeteksi permasalahan bernuansa agama yang dapat menimbulkan konflik sosial yang luas diantara pemeluk/umat beragama, khususnya di Kota Bogor.
Tujuannya, untuk meningkatkan rasa toleransi didalam kehidupan masyarakat khususnya kebebasan memeluk dan beribadah sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaan masing-masing, sehingga terciptanya suasana yang kondusif di Kota Bogor,
Disamping itu, kata Aep. mengaktifkan kembali kegiatan penyelenggaraan kerukunan umat beragama. Forum Keurukunan umat beragama ini perwakilan setiap agama dari 3 Kecamatan yaitu, Kecamatan Kota Bogor Timur, Selatan dan Kecamatan Kota Bogor Utara.
Walikota Bogor dalam sambutannya disampaikan Asisten Tata Praja Ade Sarif Hidayat. Menegaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan pemerintah kota Bogor melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan ummat beragama di kota Bogor.
Namun, kata walikota, harus difahami bahwa segala perbedaan tidaklah selalu berada pada tataran keseimbangan yang harmonis di tengah masyarakat. ”Ada kalanya berbagai perbedaan yang membuat bangsa ini tegak dan terhormat di mata dunia, mengalami pergeseran fungsi dan perannya, ” katanya.
Diakui Ade, bahwa suasana kondusif kota Bogor menghadapi tantangan yang tidak sedikit dan tidak mudah. Oleh karena itu, sambung Walikota, Pemerintah kota Bogor bersama berbagai elemen masyarakat harus selalu bergandengan tangan dalam rangka menjaga situasi kondusif kehidupan ummat beragama di kota Bogor.
Untuk itulah, lanjut Walikota, selama ini, Pemerintah kota Bogor telah merancang berbagai langkah agar kemajemukan yang juga menjadi bagian kota Bogor tetap menjadi asset, bukan sumber konflik. “Upaya-upaya tersebut antara lain adalah pembentukan Forum Komunikasi Ummat Beragama seperti yang kita rancang pada hari ini, “ urainya.
Ditambahkan, forum ini merupakan forum pertemuan rutin antar tokoh agama dalam rangka meningkatkan pemahaman kerukunan umat beragama dan merumuskan kesepakatan dalam penyelenggaran kehidupan beribadah dan beragama yang harmonis dan aman.
Dalam kerangka itu diharapkan, semua peserta dapat memaksimalkan dengan baik forum ini. “Jadikanlah, forum ini sebagai kesempatan terbaik untuk menguatkan komitmen dan semangat untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan kehidupan ummat beragama di Kota Bogor, “imbuhnya. (met)
Kegiatan yang dikemas dengan nama Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Kota Bogor, dibuka oleh Asisten Tata Paraja Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Bogor Ade Sarif Hidayat mewakili Walikota Diani Budiarto.
Kepala Kesbangpol Kota Bogor Aep Syaefudin mengatakan, kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama digelar sebagai upaya untuk mengantisipasi, mengeleminir serta mendeteksi permasalahan bernuansa agama yang dapat menimbulkan konflik sosial yang luas diantara pemeluk/umat beragama, khususnya di Kota Bogor.
Tujuannya, untuk meningkatkan rasa toleransi didalam kehidupan masyarakat khususnya kebebasan memeluk dan beribadah sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaan masing-masing, sehingga terciptanya suasana yang kondusif di Kota Bogor,
Disamping itu, kata Aep. mengaktifkan kembali kegiatan penyelenggaraan kerukunan umat beragama. Forum Keurukunan umat beragama ini perwakilan setiap agama dari 3 Kecamatan yaitu, Kecamatan Kota Bogor Timur, Selatan dan Kecamatan Kota Bogor Utara.
Walikota Bogor dalam sambutannya disampaikan Asisten Tata Praja Ade Sarif Hidayat. Menegaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan pemerintah kota Bogor melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan ummat beragama di kota Bogor.
Namun, kata walikota, harus difahami bahwa segala perbedaan tidaklah selalu berada pada tataran keseimbangan yang harmonis di tengah masyarakat. ”Ada kalanya berbagai perbedaan yang membuat bangsa ini tegak dan terhormat di mata dunia, mengalami pergeseran fungsi dan perannya, ” katanya.
Diakui Ade, bahwa suasana kondusif kota Bogor menghadapi tantangan yang tidak sedikit dan tidak mudah. Oleh karena itu, sambung Walikota, Pemerintah kota Bogor bersama berbagai elemen masyarakat harus selalu bergandengan tangan dalam rangka menjaga situasi kondusif kehidupan ummat beragama di kota Bogor.
Untuk itulah, lanjut Walikota, selama ini, Pemerintah kota Bogor telah merancang berbagai langkah agar kemajemukan yang juga menjadi bagian kota Bogor tetap menjadi asset, bukan sumber konflik. “Upaya-upaya tersebut antara lain adalah pembentukan Forum Komunikasi Ummat Beragama seperti yang kita rancang pada hari ini, “ urainya.
Ditambahkan, forum ini merupakan forum pertemuan rutin antar tokoh agama dalam rangka meningkatkan pemahaman kerukunan umat beragama dan merumuskan kesepakatan dalam penyelenggaran kehidupan beribadah dan beragama yang harmonis dan aman.
Dalam kerangka itu diharapkan, semua peserta dapat memaksimalkan dengan baik forum ini. “Jadikanlah, forum ini sebagai kesempatan terbaik untuk menguatkan komitmen dan semangat untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan kehidupan ummat beragama di Kota Bogor, “imbuhnya. (met)
Editor: Michelle
Email: beritabogor2002@gmail.com

Tidak ada komentar