header_ads

Kunjungan Baksos Lanud

PAMIJAHAN - Para santri memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kegiatan rutin.


Dalam  rangkaian Kegiatan  HUT TNI AU ke 67 tahun  Komandan (Dan) Lapangan Udara (Lanud) Atang Senjaya (ATS), Marsekal Pertama Eko Supriyanto beserta jajarannya mengadakan acara Bakti Sosial (Baksos) ke Pondok Pesantren (Ponpes) Pambudi Luhur yang bertempat di Desa Cibening Kecamatan Pamijahan Selasa (4/4/2013).

Rombongan jajaran Lanud ATS yang tiba di lokasi Ponpes Pambudi Luhur disambut langsung oleh Pembina Yayasan Pambudi Luhur, Marsekal (Purn) TNI AU, Rilo Pambudi dan ketua Yayasan Pambudi Luhur, Hj. Ida Rilo Pambudi beserta seluruh tenaga pengurus Ponpes Pambudi Luhur berikut 83 santri yang ada.

Usai sambutan dan ramahtama, Dan Lanut Marsekal Pertama Eko Supriyanto, menyerahkan secara simbolis bantuan berupa uang pembinaan dan sembako yang kemudian rombongan di ajak keliling melihat kondisi seluruh area dan fasilitas Ponpes yang ada.

Pembina yayasan Pambudi Luhur, Marsekal (Purn) TNI AU, Rilo Pambudi mengatakan, Ponpes yang didirikan sejak tahun 1995 silam ini memiliki beberapa fasilitas yang baik untuk kegiatan belajar mengajar seluruh santri. Fasilitas tersebut antara lain, Gedung Sekolah, Pemondokan (Kamar Tidur Santri), Perpustakaan, Ruang makan, Klinik dan beberapa fasilitas penunjang lainnya.

Rilo Pambudi menambahkan, penerapan kedisiplinan yang dilaksanakan disini tidak lain untuk memberikan pembelajaran yang baik terhadap para Santri, sehingga para santri memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kegiatan rutin yang sudah diagendakan dalam lingkungan ponpes ini.

“Kami ingin mencetak generasi - generasi yang bertangguh dan punya kemampuan dalam bidangnya masing-masing, maka dari itu kedisiplinan ini kami terapkan dan mampu mengikuti peraturan yang di berlakukan,” katanya.

Para santri kebanyakan dari daerah Jambi, Aceh dan padang, lanjutnya, mereka masuk ke Ponpes ini tidak dipungut biaya sepersenpun (gratis) karena mereka berasal dari anak tidak mampu dan yatim piatu, yang penting mereka memiliki data akuran seperti akte kelahiran dan sebagainya sebagai bahan pertimbangan serta mau mengikuti segala peraturan yang kami terapkan.

“Dari 83 santri tersebut merupakan siswa SMP dan SMA Islam terpadu yang sudah terintegrasi dalam ponpes ini untuk proses belajarv mengajar dan untuk pendidikan lanjutannya kami sudah bekerja sama dengan Institut Pertania Bogor (IPB). Seluruh santri hanya diperbolehkan pulang selama 10 hari setelah Idul fitri,” jelasnya.

Sementara,  Dan Lanut Marsekal Pertama Eko Supriyanto mengharapkan seluruh santri yang berada disini dapat menjadi calon generasi-generasi terbaik bagi bangsa Indonesia, disiplin bertanggung jawab. 


“Saya berharap semua santri yang berada disini dapat menjadi generasi terbaik untuk bangsa Indonesia yang memiliki rasa tanggung jawab serta kedisiplinan dalam segala bidang yang mereka geluti nantinya,” harap Eko mengakhiri. (sum/hal)




Editor: Annisa
Email: beritabogor2002@gmail.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.