Mendikbud Bantah Indikasi Permainan Proyek
Muhammad Nuh menampik dugaan permainan proyek percetakan soal UN tak transparan.
Walaupun pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat sekolah menengah atas di 11 provinsi di wilayah Indonesia tengah diundur.
Namun, pelaksanaan UN di 22 provinsi tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yakni hari pertama pelaksanaan UN pada Senin, 15 April 2013.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh menjelaskan mundurnya jadwal pelaksanaan di 11 propinsi lantaran kesalahan teknis pihak Mendikbud yang baru menyerahkan master soal masuk ke percetakan pada H-2.
Dirinya menampik adanya indikasi permainan proyek tender percetakan yang tak transparan seperti diduga beberapa pihak. Sebab, kesalahan itu hanya faktor lambatnya penyerahan master soal yang berbeda untuk setiap propinsi.
M.Nuh menegaskan bahwa tidak terjadi "kebocoran" soal ujian nasional (UN) walaupun pelaksanaan UN di beberapa provinsi mengalami penundaan akibat keterlambatan pendistribusian naskah soal.
Menurut dia, kemungkinan terjadinya "kebocoran" soal UN sangat kecil karena walaupun seseorang memang mendapatkan satu soal UN, hal itu akan percuma karena soal untuk ujian nasional dibuat dalam beberapa jenis naskah yang berbeda-beda sehingga kunci jawaban untuk soal-soal itu pun berbeda.
Terpisah, Anggota Komisi X DPR RI Dedi Gumelar (Mi'ing) menyanyangkan langkah Kementerian Pendidikan yang hanya menggunakan satu percetakan naskah soal. Padahal, Indonesia memiliki banyak propinsi yang tersebar di 5 pulau besar.
"Menteri kan tahu bahwa Indonesia itu luas, kenapa bisa terjadi percetakan di Ciawi Bogor terlambat mendistribusi soal," sesalnya.
Bila itu dilakukan, kata Mi'ing, maka hal keterlambatan dan penundaan pelaksanaan UN di 11 propinsi tak akan terjadi. Inilah salah satu saya sangat tidak setuju adanya UN, karena hanya sebatas maping mutu pendidikan wilayah saja, bukan dijadikan standar kelulusan. =ant/l9.
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@gmail.com
Walaupun pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat sekolah menengah atas di 11 provinsi di wilayah Indonesia tengah diundur.
Namun, pelaksanaan UN di 22 provinsi tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yakni hari pertama pelaksanaan UN pada Senin, 15 April 2013.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh menjelaskan mundurnya jadwal pelaksanaan di 11 propinsi lantaran kesalahan teknis pihak Mendikbud yang baru menyerahkan master soal masuk ke percetakan pada H-2.
Dirinya menampik adanya indikasi permainan proyek tender percetakan yang tak transparan seperti diduga beberapa pihak. Sebab, kesalahan itu hanya faktor lambatnya penyerahan master soal yang berbeda untuk setiap propinsi.
M.Nuh menegaskan bahwa tidak terjadi "kebocoran" soal ujian nasional (UN) walaupun pelaksanaan UN di beberapa provinsi mengalami penundaan akibat keterlambatan pendistribusian naskah soal.
Menurut dia, kemungkinan terjadinya "kebocoran" soal UN sangat kecil karena walaupun seseorang memang mendapatkan satu soal UN, hal itu akan percuma karena soal untuk ujian nasional dibuat dalam beberapa jenis naskah yang berbeda-beda sehingga kunci jawaban untuk soal-soal itu pun berbeda.
Terpisah, Anggota Komisi X DPR RI Dedi Gumelar (Mi'ing) menyanyangkan langkah Kementerian Pendidikan yang hanya menggunakan satu percetakan naskah soal. Padahal, Indonesia memiliki banyak propinsi yang tersebar di 5 pulau besar.
"Menteri kan tahu bahwa Indonesia itu luas, kenapa bisa terjadi percetakan di Ciawi Bogor terlambat mendistribusi soal," sesalnya.
Bila itu dilakukan, kata Mi'ing, maka hal keterlambatan dan penundaan pelaksanaan UN di 11 propinsi tak akan terjadi. Inilah salah satu saya sangat tidak setuju adanya UN, karena hanya sebatas maping mutu pendidikan wilayah saja, bukan dijadikan standar kelulusan. =ant/l9.
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@gmail.com

Tidak ada komentar