Mulai 1 Juni 2013 Tarif KRL Cuma Rp5 Ribu
KOTA - Tarif KRL Bogor - Jakarta Rp5 ribu diberlakukan mulai 1 Juni 2013.
Kebijakan baru akan diberlakukan PT KAI, setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional I Jakarta, Sukendar Mulya, hari ini, mengatakan diturunkannya tarif KRL commuter line akan banyak masyarakat yang bakal memilih KRL Commuter Line sebagai alat transportasi mereka.
PT KAI sudah siap mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut. Meskipun mulai Agustus 2013 PT KAI akan menyetop operasional KRL ekonomi non AC. Sebab, Saat ini ada 575 set kereta api di Daop Sementara penumpang comuter line Jabodetabek per hari jumlahnya mencapai 500.000.
"Tarif KRL, mulai 1 Juli 2013 mendatang yang semula untuk lima stasiun awal, per penumpang akan dikenakan tarif Rp3.000, Lalu tiga stasiun selanjutnya ditambah sebesar Rp1.000 atau total Rp9 ribu.
Kini, tarifnya menjadi tiap lima stasiun awal dikenakan Rp2.000 dan tiga stasiun selanjutnya Rp500 per penumpang atau Bogor Jakarta hanya Rp5 ribu per penumpang," jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, diberlakukan pula sistem tiket elektronik atau e-ticketing, sehingga dengan sistem ini biaya perjalanan per penumpang akan dihitung berdasarkan jumlah stasiun yang dilalui. (chris)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
Kebijakan baru akan diberlakukan PT KAI, setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional I Jakarta, Sukendar Mulya, hari ini, mengatakan diturunkannya tarif KRL commuter line akan banyak masyarakat yang bakal memilih KRL Commuter Line sebagai alat transportasi mereka.
PT KAI sudah siap mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut. Meskipun mulai Agustus 2013 PT KAI akan menyetop operasional KRL ekonomi non AC. Sebab, Saat ini ada 575 set kereta api di Daop Sementara penumpang comuter line Jabodetabek per hari jumlahnya mencapai 500.000.
"Tarif KRL, mulai 1 Juli 2013 mendatang yang semula untuk lima stasiun awal, per penumpang akan dikenakan tarif Rp3.000, Lalu tiga stasiun selanjutnya ditambah sebesar Rp1.000 atau total Rp9 ribu.
Kini, tarifnya menjadi tiap lima stasiun awal dikenakan Rp2.000 dan tiga stasiun selanjutnya Rp500 per penumpang atau Bogor Jakarta hanya Rp5 ribu per penumpang," jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, diberlakukan pula sistem tiket elektronik atau e-ticketing, sehingga dengan sistem ini biaya perjalanan per penumpang akan dihitung berdasarkan jumlah stasiun yang dilalui. (chris)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com


Tidak ada komentar