Perkonomian Jabar Menurun
BANDUNG - Permintaan dalam negeri yang menurun.
Faktor cuaca juga dianggap sebagai salah satu penyebab lambatnya perekonomian di wilayah Jawa Barat.
Bank Indonesia mengindikasikan kegiatan dunia usaha di Jawa Barat akan mengalami perlambatan pada periode triwulan III-2013.
Tim Statistik dan Survei Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI, Rizki Fitrama mengatakan pihaknya telah melakukan survei kegiatan dunia usaha (SKDU). Survei dilakukan terhadap 202 responden dengan bermacam background.
"Dari hasil survei tersebut, kegiatan dunias usaha diprediksi bakal sedikit melambat pada triwulan ketiga tahun ini," ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/8/2013).
Menurutnya, kondisi pada triwulan III akan sangat berbeda dengan triwulan II tahun ini dimana kegiatan dunia usaha menunjukan perkembangan. Secara detail pada periode itu, 5 sektor usaha mengalami peningkatan. Sedangkan 4 sektor mengalami penurunan dianatarnya sektor pertambangan.
Sektor yang mengalami peningkatan terbesar adalah perdagangan, hotel dan restoran (PHR) serta sektor jasa-jasa. Hal tersebut disebabkan peningkatan permintaan dalam negeri serta faktor musiman menyambut Ramadan.
Pertumbuhan pada triwulan II terlihat dari perkembangan kapasitas produksi. Sektor pengolahan menjadi sektor yang mengalami peningkatan produksi paling besar.
Kapasitas produksi yang meningkat lantas berimbas terhadap perkembangan tenaga kerja. Produktivitas yang meningkat menimbulkan perekrutan pegawai baru. Sektor jasa-jasa menjadi sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap hal tersebut.
Namun demikian, pertumbuhan dunia usaha pada periode II masih di bawah perkiraan semula. Salah satunya disebabkan perkembangan harga yang pada periode tersebut mengalami kenaikan yang cukup tinggi sebagai respon dari masyarakat terhadap kondisi perekonomian pasca kenaikan harga BBM bersubsidi. (tjo)
Editor: Handi Rsd
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
Faktor cuaca juga dianggap sebagai salah satu penyebab lambatnya perekonomian di wilayah Jawa Barat.
Bank Indonesia mengindikasikan kegiatan dunia usaha di Jawa Barat akan mengalami perlambatan pada periode triwulan III-2013.
Tim Statistik dan Survei Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI, Rizki Fitrama mengatakan pihaknya telah melakukan survei kegiatan dunia usaha (SKDU). Survei dilakukan terhadap 202 responden dengan bermacam background.
"Dari hasil survei tersebut, kegiatan dunias usaha diprediksi bakal sedikit melambat pada triwulan ketiga tahun ini," ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/8/2013).
Menurutnya, kondisi pada triwulan III akan sangat berbeda dengan triwulan II tahun ini dimana kegiatan dunia usaha menunjukan perkembangan. Secara detail pada periode itu, 5 sektor usaha mengalami peningkatan. Sedangkan 4 sektor mengalami penurunan dianatarnya sektor pertambangan.
Sektor yang mengalami peningkatan terbesar adalah perdagangan, hotel dan restoran (PHR) serta sektor jasa-jasa. Hal tersebut disebabkan peningkatan permintaan dalam negeri serta faktor musiman menyambut Ramadan.
Pertumbuhan pada triwulan II terlihat dari perkembangan kapasitas produksi. Sektor pengolahan menjadi sektor yang mengalami peningkatan produksi paling besar.
Kapasitas produksi yang meningkat lantas berimbas terhadap perkembangan tenaga kerja. Produktivitas yang meningkat menimbulkan perekrutan pegawai baru. Sektor jasa-jasa menjadi sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap hal tersebut.
Namun demikian, pertumbuhan dunia usaha pada periode II masih di bawah perkiraan semula. Salah satunya disebabkan perkembangan harga yang pada periode tersebut mengalami kenaikan yang cukup tinggi sebagai respon dari masyarakat terhadap kondisi perekonomian pasca kenaikan harga BBM bersubsidi. (tjo)
Editor: Handi Rsd
Email: redaksiberitabogor@gmail.com

Tidak ada komentar