Kasus Sengketa Lahan Di Kabupaten Bogor Cukup Tinggi
Kasus sengketa lahan di Kabupaten Bogor jumlahnya tergolong tinggi.
Kepala Seksi Survey, Pengukuran dan Penataan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, Suradi mengakui jumlah pegawai yang tak sebanding dengan jumlah pemohon yang rata - rata jumlahnya mencapai 3.000 sertifikat setiap hari.
"Jumlah pegawai di BPN Kabupaten Bogor terbatas, itu pun menghadapi berbagai kasus sengketa lahan yang diajukan pemohon di Kabupaten Bogor yang tergolong tinggi," ungkapnya, Rabu (23/10/2013).
Hal ini memaksa pihaknya melakukan penyaringan terhadap setiap proses sertifikat yang diajukan sehingga proses pembuatan sertifikat yang dilakukan pihaknya membutuhkan waktu lama. “Proses lama atau tidaknya proses pembuatan ini relatif, tapi sertifikat yang diajukan itu di kemudian hari dipastikan menjadi masalah,” tambahnya.
Langkah ini diambil semat-mata agar hak pemilik lahan terlindungi. Sebab banyak ajuan dari pihak yang tidak bertanggung jawab sangat berpotensi menimbulkan persengketaan dan persoalan.
Namun demikian, Suradi mengaku kantor BPN Kabupaten Bogor berupaya komitmen memberikan pelayanan prima. Buktinya, sejak Januari hingga September 2013 sudah menerbitkan 32.822 lembar sertifikat.
Jumlah ini dikategorikan terbesar di seluruh Kantor BPN Indonesia, bahkan untuk ukuran BPN Kota Bogor yang hanya mampu menerbitkan 1000-an surat BPT dan SU setahun. Jumlah yang diterbitkan itu mengalami peningkatan dibandingkan pada bulan April tahun 2013, yakni 2.758 lembar sertifikat.
Dia juga menerangkan, selain menggeber program sertifikasi, pihaknya juga berkonsentrasi pada pengendalian tanah telantar di Kabupaten Bogor yang kelak dapat dimanfaatkan meningkatkan kemakmuran masyarakat.
“Dengan adanya PP No 10 Tahun 2010 tentang tanah telantar, pemerintah dapat mengambil alih tanah yang bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat. Namun kami tidak mungkin melakukannya sendiri, butuh bantuan Pemkab Bogor untuk mempadukan kami dengan instansi teknis terkait,” katanya. (als) Foto ilustrasi
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@gmail.com
