header_ads

Razia PSK Cileungsi

CILEUNGSI - Puluhan wanita malam di razia akan jadi TKI.

Petugas gabungan Muspika Kecamatan Cileungsi menggelar razia di sejumlah warung remang-remang  dan hotel.

Ratusan petugas menyisir sejumlah lokasi di Desa Limusnunggal dan Situsari Kecamatan Cileungsi, Minggu (20/10/2013).

Tim gabungan Satpol PP, TNI, Polisi dan Muspika Cileungsi berjumlah 150 orang yang terbagi dalam dua tim ini berhasil mengamankan sejumlah 38 wanita malam yang langsung digiring ke Panti Rehabilitasi Pasar Rebo, Jakarta Timur. 

Tim pertama menyisir di Desa Limunggala dan kedua di Desa Situsari. Mereka menyisir jalan sempit dan warung remang-remang seperti di Blok Coklat, Pule dan Anggrek di Desa Limusnunggala yang  sering dijadikan tempat mangkal  pelacur dan hidung belang.

Tak hanya itu, petugas juga menyisir hotel kelas melati yang biasa digunakan prostitusi di Desa Situsari. “Saking takutnya ada pelacaur berusaha kabur dengan melompat jendela,” kata Kabid Dalops Satpol PP Kabupaten Bogor Asnan.


Menurutnya, razia  ini memang ditujukan menekan angka wanita pekerja seks komersial yang belakangan ini  mulai marak. 

“Selain itu operasi ini juga sebagai program pengentasan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Dari 38 yang terjaring  22 di antaranya wajah-wajah lama yang sudah biasa mangkal di kawasan ini, sedangkan sisanya  dari luar Bogor,” katanya.

Sementara, Camat Cileungsi Beben Suhendra mengaku berbagai cara  sudah dilakukan menghapus prostitisi di wilayahnya, namun tidak membuah hasil permanen. Sebelumnya  puluhan warung remang-remang sudah dirobohkan, namun   muncul kembali dan sebagian pelacur malah menyewa rumah warga setempat.

“Mungkin salah satu mengatasinya kami akan mengandeng Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Kita upayakan mencarikan pekerjaan baru dengan dikirim menjadi  TKW Indonesia keluar negeri.” Katanya.

Merealisasikan rencana ini, Camat  mengatakan akan didahului  dengan pertemuan, selain Muspika, juga menghadirkan tokoh   agama, masyarakat, pemuda dan Ketua BNP2TKI, Jumhur Hidayat.

“Lewat  pertemuan ini, kami berharap ada solusi  mengatasi  pelacuran. Sejauh mana prospek TKI di luar negeri. Tujuannya mereka yang usia produktif dan belum memiliki pekerjaan atau mereka yang sedang terjerumus ke lembah kegelapan,” ujarnya.
(ajat)



Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@gamil.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.