header_ads

Ratusan Proyek Di Bogor Terancam Terbengkalai

CIBINONG - Pencairan dana lamban, ratusan proyek terancam molor.

Memasuki triwulan keempat rata-rata pengerjaan baru sekitar 20 persen dari 215 proyek yang didanai APBD 2013 ini. 

Minimnya pencapaian pengerjaan proyek ini dikarenakan adanya perubahan mekanisme penagihan yang dilakukan pemborong.

Saat ini pemborong yang ingin mencairkan anggaran pada termin berikutnya harus membuat laporan bulan ke Konsultan Manajemen Proyek (KMP). Parahnya lagi KMP ini tidak memiliki format pelaporan yang baku, sehingga membingungkan pemborong.


”Kami harus bolak-balik revisi laporan tapi tagihan tak kunjung cair. Kami juga khwatir pengerjaan proyek bakal terhambat dan kami dikenakan denda,” kata seorang pemborong, Rabu.

Dirinya dan pemborong lainnya mengaku tak bisa menyelesaikan pekerjaan proyek tepat waktu, sebab pemborong mengandalkan dan per terimin dalam pelaksaan pekerjaan proyek. “Sudah dua bulan ini berkas tagihan tertahan sehingga belum juga ada pencairan,” katanya.

Sementara, Ketua Gabungan Konstruksi (Gakindo) Kabupaten Bogor Ali Hakim, mengakui macetnya tagihan ini akan berdampak terhambatnya pengerjaan proyek. “Pemborong tak mau menalangai dulu untuk menutupi anggaran pemerintah . Sebab itu saya pesimis pesimis, ratusan proyek ini bakal selesai akhir tahun ini,” katanya.

Menurut dia, adanya KMP ini seharusnya dapat mempermudah pengusaha mengurusi masalah admimnitrasi pekerjaan. Dari 215 proyek pembangunan, rehabilitasi jalan dan jembatan, masih ada sekitar 180-an berkas penahan yang tertahan di KMP. Artinya dari sekitar Rp 6000 miliar anggaran buat mendania proyek-proyek tersebut, baru 20 persen yang terserap,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Bogor Edy Wardani membatah jika KMP mempersulitan pembayaran tagihan kepada pemborong. “Keterlambatan ini disebabkan adanya kesalahan administrasi yang dilakukan pemborong, seperti kelengkapan pemberkasan yang menyatakan pekerjaan sudah sekian persen pada termin pertaman, misalnya,” ujarnya.

Meksi demkian, dia berjanji bagi pemborong yang sudah melengkapi semua berkas pengerjaan proyek akan dibayarkan. Dia juga optimis proyek-proyek ini bakal selesai pada akhir tahun ini. “Sebagian bakakl kita cairakan pada pecan-pekan ini, sehingga tak ada lagi alasan bakal terhambat,” ujarnya. (als) Foto ilustrasi 




Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@gmail.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.