header_ads

Jual Beli Proyek BPPKB Bogor

CIAWI - Jual Beli Proyek BPPKB Kabupaten Bogor

Sejumlah proyek pemerintah di Kabupaten Bogor kerap diperjualbelikan. 


Pemenang tender yang seharusnya melakukan pekerjaan proyek justeru melimpahkan ke pihak lain melalui transaksi yang mendatangkan keuntungan pribadi.

Sementara, pelaksanaan proyek yang menghabiskan uang rakyat itu menjadi terbengkalai dan pekerjaan pun dilakukan asal jadi. 

Salah satunya adalah adanya dugaan jual beli proyek oleh Pemenang tender proyek pembangunan Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) alias (Kondom-red), yang terletak di Jalan KR Muh. Toha, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, menjadi terbengkalai.

Pasalya, hampir satu minggu ini, tidak ada pekerjaan yang dilakukan oleh pemborong dari CV. Dhirajafatih, yang beralamat di Perum Alam Saniarsi, Jalan Dahlia E-86 Dramaga Bogor, sehingga proyek pembangunan kantor Kondom, senilai Rp.165.563.200,- dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) menjadi terbengkalai alias molor yang seharusnya sudah 70 persen dikerjakan oleh pemenang tender yaitu CV Dhirajafatih.

Seorang pegawai wilayah Ciawi, Yudi mengatakan, bahwa pembangunan BPPKB itu, hampir satu minggu tidak ada aktifitas orang yang bekerja. "Sudah satu minggu kok tidak ada yang bekerja ya," ujarnya.

"Pembangunan kantor itu sudah berdiri 70 persen. Seharusnya dari petugas BPPKB harus ada yang mengontrol, dan jangan dibiarkan begitu saja. Kalau begini siapa yang akan dirugikan, pastinya pemerintah jugakan yang akan rugi," imbuhnya.


Sekedar diketahui, proyek yang dikerjakan sejak tanggal 02 september 2013 dan harus selesai 30 Desember 2013 ini, sangat merugikan pemerintah kabupaten bogor. Kejadian ini pun dipertanyakan oleh masyarakat sekitar dan PNS lingkup Kecamatan Ciawi.
 

Keterlambatan pembangunan kantor salah satu UPT di bawah BPPKB tersebut membuat Kepala UPT Tata Bangunan dan Pemukiman Wilayah II Ciawi, Rudy Achdiat, angkat bicara. "Berhubung petugas Tata Bangunan dan Pemukiman sering melakukan monitoring ke wilayah, maka saya langsung mengambil inisiatif datang ke lokasi untuk mengecek bangunan tersebut," ungkap Rudy.
 

Dari hasil pengecekan, katanya, ada temuan dalam pengerjaannya tidak merata. "Terlihat dari pasangan bata merah itu, posisinya sangat melengkung. Karenanya saya meminta untuk dibongkar dan dirapihkan kembali," tegasnya.
 

Sebelumunya, Wahidin, plaksana pembangunan dari CV. Dhirajafatih, pemenang tender proyek kantor UPT BPPKB Ciawi, mengaku keterlambatan proyek pembangunan BPPKB itu, karena dari faktor cuaca yang sangat tidak mendukung serta administrasi yang harus dilengkapi.
 

"Memang saya akui pekerjaan telah tertunda, dikarenakan faktor cuaca. Tapi tetap akan berupaya menyelesaikan secepat mungkin pembangunan kantor UPT BPPKB Ciawi dengan sesuai arahan dari kepala BPPKB Kabupaten Bogor. Dan saya tegaskan tidak ada sama sekali diperjual belikan proyek BPPKB tersebut," ujarnya. (red)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.