GOR Karadenan Gelap Gulita
Gelanggang Olah Raga (GOR) Karadenan yang teletak di jalan Sukahati-Karadenan, Cibinong Bogor selama ini dijadikan sarana berolah raga dan kegiatan oleh pelajar dan umum.
Sarana olahraga ini tidak pernah sepi dari kegiatan setiap harinya, terutama untuk kegiatan pelatihan olah raga dan bela diri seperti bola voli, bola basket, bulu tangkis, beladiri silat dan kempo yang rutin berkatifitas mulai pukul 06.00 Wib hingga pukul 22.00 Wib.
Pantauan dilokasi, Senin (12/11/2013), pukul 16.00 Wib, nampak puluhan pelajar tengah berlatih kempo bola basket dan bola voli disaat bersamaan langit Cibinong berubah mendung tebal, disusul turun hujan deras disertai angin kencang. Tak lama berselang, tiba - tiba lampu penerangan gedung ini padam, lantaran terjadinya gangguan aliran listrik dari PLN.
Parahnya lagi, pengelola gedung ini tidak memiliki genset sebagai pengganti energi listrik cadangan yang mengakibatkan suasana di dalam gedung menjadi gelap gulita ditambah lagi terjadi kebocoran atap di sejumlah titik Tentu saja kejadian ini mengganggu pelajar yang sedang mengikuti latihan saat itu.
"Disini mah sering gelap-gelapan kalau lagi mati lampu begini, harusnya bos saya beli genset soalnya kasihan yang sedang latihan," kata seorang kru gedung yang enggan disebutkan identitasnya. Hal senada dikeluhkan Dini (16) pelajar SMKN 1 Cibinong yang tengah latihan bola basket, "Kalau gelap begini bagaimana bisa latihan, udah gitu ada yang bocor atapnya, pak," keluhnya.
Sementara, Pelatih Kempo penyandang sabuk hitam, Ucu membenarkan kejadian seperti ini kerap terjadi bila ada gangguan pasokan listrik dari PLN. "Kita tetap melatih anak - anak walau keadaan gelap gulita. Kalau bisa pihak pengelola gedung menyediakan genset, pak," harapnya.
Saat dihubungi melalui pesan singkat, Kepala UPT Pengelola Sarana dan Pra Sarana Wilayah-1 Cibinong, Tuntun Sembada tidak dapat memungkiri keadaan gedung olah raga tersebut. Dirinya yang menjabat sejak setahun silam mengaku telah mengajukan anggaran untuk pengadaan genset kapasitas 2 PK (8000 watt) sejak tahun 2012 lalu, namun hingga tahun ini belum direalisasikan.
"Kami sudah berusaha mengajukan anggaran untuk genset itu termasuk anggaran pemeliharaan gedung, sebab kita belum punya sumur bor untuk kebutuhan air, atap mulai bocor disana - sini, dinding atas yang terbuat dari asbes banyak yang rusak diterjang angin kencang yang terjadi sebulan lalu," ungkapnya. (als)
foto menggunakan modus malam
Editor: Alsabili