header_ads

Rencana Jalan Poros Tengah

SUKAMAKMUR - Jalan Poros Tengah Timur Berlanjut

Rencana pembangunan Jalan Poros Tengan Timur akan terus berlanjut. 


Jalan ini dibangun guna menunjang peningkatan laju pembangunan di wilayah Kecamatan Sukamakmur dan sekitarnya serta membantu mengatasi kemacetan yang cukup parah di Jalur Puncak. 

Camat Sukamakmur, Zainal Ashari mengatakan dirinya telah mendengar informasi  sumbang yang mencuat dalam proses pembangunan sarana infrastruktur yang terbilang monumental di Kabupaten Bogor wilayah timur tersebut. Namun, dia menampik semua tudingan yang dialamatkan oknum warga yang tidak bertanggungjawab. 

"Jalan Poros Tengah Timur dikerjakan sesuai dengan site plan yang telah ditetapkan jauh sebelum pelaksanaan proyek dimulai. Jadi, jika ada yang menuding adanya oknum yang bermain dalam penentuan trek untuk mendapatkan keuntungan, itu sama sekali tidak benar. Apalagi, disebutkan camat ikut bermain tanah. Itu sama sekali tidak benar," tandas Zaenal.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan Jalan Poros Tengah Timur, kini memang sudah memasuki wilayah Kecamatan Sukamakmur. Bahkan, sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu. Dimulai dari Desa Cibadak, untuk tahap satu sudah berjalan sepanjang lebih dari dua kilo meter tepatnya dari Kampung Cimuncang hingga Cibeureum, Desa Cibadak dan sebentar lagi memasuki Desa Sukamakmur. Jalan Poros Tengah Timur di Kecamatan Sukamakmur memang paling panjang, yaitu 18,9 kilometer dengan lebar 30 meter yang melewati lima desa, yakni Desa Cibadak, Sukamakmur, Sukamulya, Sirnajaya dan Desa Wargajaya.


Dirinya mengatakan, dia tidak akan larut menanggapi isu-isu yang tidak bertanggungjawab. Dia hanya berharap, pelaksanaan pembangunan Jalan Poros Tengah Timur dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Sehingga keberadaan sarana infrastruktur itu dapat mendorong percepatan pembangunan dan juga kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan Jalan Poros Tengah Timur sebelumnya juga sempat tersendat dikarenakan permasalahan lahan. Namun, proyek pembangunan Jalur Poros Tengah Timur dilanjutkan kembali setelah permasalahan lahan yang sempat mencuat di Desa Cibadang, Kecamatan Sukamakmur, tertuntaskan.

"Dari pendataan yang kita lakukan, sudah ribuan meter lahan yang dihibahkan untuk kelanjutkan proyek tersebut. Saya juga mengajak para investor yang memiliki lahan di desa ini melakukan hal yang sama dan mereka kemudian bersedia menghibahkan lahannya," kata Ulung Saputra, Kepala Desa Cibadak beberapa waktu lalu.

Pembangunan jalan tersebut sempat tersendat ketika proyek pengerjaannya sampai di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur. Beberapa warga menuntut pembayaran lahan mereka yang akan dijadikan trek pembangunan jalan.

Permasalahan lainnya, adanya warga yang belum menerima pembayaran ganti rugi. Juga permasalahan seputar perubahan trek jalan. Namun, kini semua permasalah demi permasalahan tersebut sudah tertuntaskan. Sehingga pembangunan jalan kembali dilanjutkan.

Tuntasnya permasalahan lahan tersebut, kemudian diikuti dengan turunnya sejumlah alat berat yang akan digunakan untuk melanjutkan proyek itu. Sejumlah alat berat itu kini ditempatkan di Desa Cibadak. 

Rencana ini juga sempat mencuat tudingan dari sejumlah warga yang menyebutkan para biong tanah maupun oknum-oknum tertentu ikut bermain dalam penentuan trek jalur tersebut. Camat Sukamakmur pun dituding ikut bermain tanah. (ajat)




Editor: Annisa R


Diberdayakan oleh Blogger.