header_ads

Jalur Alternatif Puncak

MEGAMENDUNG - Jalur Alternatif Puncak Juga Minim Rambu Lalin.

Puncak Bogor menjadi salah satu sasaran kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berlibur Natal dan Tahun Baru. Tak pelak, kemacetan dijalur puncak semakin menjadi setiap hari. Solusi kebijakan searah naik dan turun hanya bisa menyelesaikan masalah pada jam-jam tertentu saja. 

Dalam kaitan ini, tim Berita Bogor melakukan penyisiran kondisi jalur alternatif Gadog-Pasir Muncang – Cisarua menjelang diberlakukannya kebijakan Polres Bogor menutup jalur Puncak di malam tahun baru mendatang.
 

Jalur alternatif ini bisa di lalui dari arah Ciawi belok kanan setelah Jembatan Bendungan atau dari arah tol Jagorawi belok Kanan 100 meter dari lampu merah Gadog. Jalur ini akan melewati Pasar Pasir Muncang / Polsek Megamendung, kemudian keluar di Lembah Nyiur, Pasar atau Ibu Cirebon Cisarua. Selain Sempit jalan ini juga sedikit berlubang di beberapa titik. Tikungan tajam dan tanjakan juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pengendara.
 

Jalur Seseupan / Gadog Pasir Muncang dipilih wisatawan menjadi jalur alternative menuju puncak manakali kondisi jalur utama macet. Jalur yang membelah sepanjang +- 15 km itu rata-rata hanya selebar 6 meter. Sedangkan di sisi kiri dan kanan penuh dengan pemukiman penduduk. Sementara sebagian yang lain adalah persawahan dan kebun petani. Selain sepi, pemandangan juga menjadi salah pilihan bagi  pengendara untuk melewati jalur ini.
 

Banyak dari pengendara mobil yang belum tahu dan mengenal medan jalur alternative ini. mereka sebagian hanya diarahkan oleh “pak Ogah” di Seseupan untuk melewati jalur ini. tak heran banyak dari mereka yang mengalami mogok akibat habis kampas rem atau roda masuk selokan air. Seperti yang terjadi pada hari Rabu, (25/12/2013) kemarin. Beberapa mobil mengalami mogok ditanjakan Kuta/Cidokom sehingga kemacetan tak bisa dihindarkan.
 

Tidak nampak aparat kepolisian satupun di jalur ini. Padahal kondisi jalan dan kepadatan kendaraan sangat tinggi. Akhirnya kesempatan tersebut di manfaatkan warga setempat untuk turun tikungan membantu arus kendaraan. Mereka mengharapkan pemberian uang oleh para pengendara yang lewat. Tak ayal, 5 – 10 ribu harus dikeluarkan oleh pengendara untuk bisa mencapai Cisarua.
 

Lebih parah lagi, jalur ini sangat minim penunjuk arah, sehingga banyak pengendara yang harus Tanya ke orang yang ditemui dipinggir jalan. Ironisnya, Satlantas Polres Bogor belum menyediakan papan informasi di setiap tikungan atau pertigaan jalan sehingga memudahkan pengendara dalam melakukan perjalanannya.
 

Pada saat diberlakukan satu arah bawah (pukul 15.00 - 18.00 Wib) jalur alternatif menjadi pilihan utama pengendara dari arah Jakarta menuju Puncak akibatnya mobil menumpuk di ujung jalur Alternatif tepatnya di Desa Citeko. Kemacetan bisa mengular hingga 2 km. karena kendaraan tidak bis keluar dari pintu keluar jalur alternate Ibu Cirebon, Cisarua. berjam-jam mereka harus menunggu hingga jalur utama Puncak dibuka kembali. (cj)

 

Tips pengendara saat di jalur alternatif

1.    Pastikan mobil/kendaraan anda dalam kondisi sehat
2.    Pastikan Kampas Rem dan Kopling  aman
3.    Siapkan uang recehan untuk “ Pak Ogah”, tidak memberi juga tidak apa-apa, terkadang muncul suara yang kurang enak.
4.    Jangan jalan beriringan di tanjakan Goleah ( +- 1,5 Km dari Polsek Megamendung. Biarkan mobil didepan anda naik sampai ujung tanjakan, barulah anda jalan.
 


Editor: Sunyoto


Diberdayakan oleh Blogger.