header_ads

Kondisi Perekonomian Kota Bogor Meningkat

KOTA - Laju Pertumbuhan Ekonomi mencapai 6,15 Persen.

Walikota Bogor Diani Budiarto memaparkan secara garis besar upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dalam sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan (AMJ) periode 2009-2014 di Gedung DPRD Kota Bogor, Jum’at (29/11/2013)..

Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor yang dipimpin Ketua DPRD Kota Bogor Mufti Faoqi, dihadiri jajaran Muspida, Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat, Para Pimpinan Lembaga Keagamaan, Sekretaris Daerah Kota Bogor. beserta para Kepala Badan, Dinas, Kantor dan Lembaga, serta para Camat dan Lurah se Kota Bogor.  

Menurut Walikota upaya yang dilakukan dengan melaksanakan urusan wajib maupun urusan pilihan dan tugas pembantuan, serta hasil partisipasi masyarakat di dalam kegiatan pembangunan. Semua itu menjadi terpadu dan telah  mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di Kota Bogor.

Peningkatan kualitas kehidupan tercermin antara lain dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada tahun 2012 mencapai 76,40 poin atau peringkat 4 dan termasuk dalam kuadran I pencapaian IPM Kabupaten/Kota se-Propinsi Jawa Barat. Sedangkan pada tahun 2009, IPM Kota Bogor tercatat baru mencapai 75,47 poin.

Kontribusi terbesar IPM tahun 2012 diperoleh dari Indeks Pendidikan yang mencapai 87,93 poin, Indeks Kesehatan mencapai 73,42 poin dan Indeks Daya Beli Masyarakat mencapai 67,86 poin. Pencapaian Indeks tersebut tidak terlepas dari pencapaian Angka Harapan Hidup yang mencapai 69,05 tahun, dan Angka Melek Huruf mencapai 98,93% Rata-rata Lama Sekolah mencapai 9,92  tahun.

Diungkapkan, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir bisa  disaksikan dan dirasakan pertumbuhan ekonomi yang sedikit banyak berpengaruh pada perbaikan kesejahteraan hidup masyarakat.  Pada tahun 2009 Laju Pertumbuhan Ekonomi mencapai 6,01% dan pada akhir tahun 2012 lalu tercatat mencapai 6,15%

Perekonomian Kota Bogor dalam 5 tahun terakhir memang berada dalam kondisi yang terus menunjukan peningkatan positif. Hal itu dapat terlihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Harga Berlaku yang pada tahun 2009 baru mencapai Rp 11.904.599.660,000,-  dan di akhir tahun 2012 mencapai Rp 17.323.335.990.000,-

Dijelaskan pula peningkatan PDRB Kota Bogor dalam kurun waktu 5 tahun terakhir bukan dipicu oleh faktor kenaikan harga ataupun inflasi. Tetapi didorong oleh adanya peningkatan nyata dan cukup signifikan pada kapasitas produksi sektoral.Sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor industri pengolahan serta sektor angkutan dan komunikasi. adalah sektor-sektor yang berkontribusi terbesar pada PDRB Kota Bogor. (red)




Diberdayakan oleh Blogger.