header_ads

Ekonomi Kota Bogor 2014

Nilai Investasi Kota Bogor Diprediksi Mencapai Rp10,4 Triliun.

Perekonomian Kota Bogor terus berdenyut, menandai kehidupannya yang sehat.  Pertumbuhan Ekonomi Kota Hujan ini memang terus melaju, dan pada tahun 2013 diperkirakan angka pertumbuhan ekonomi Kota Bogor sudah melaju dengan angka  6,11%.

Di dalam laju pertumbuhan ekonomi Kota Bogor, terdapat pertumbuhan nilai investasi. Pada tahun 2012 realisasi investasi mencapai lebih dari Rp 8,7 triliun  dan pada tahun 2013 diprediksi mampu mencapai lebih dari Rp 9.1 trilyun

Untuk tahun 2014 nilai investasi di Kota Bogor diprediksi bisa mengalami kenaikan sampai mencapai nilai Rp 10,4 triliun. Sementara itu pertumbuhan ekonomi tahun 2014 diperkirakan bisa melaju dengan angka 6,26%.

Dengan aktivitas perekonomian yang tumbuh di atas 6%, bisa diperkirakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2014 bisa mencapai jumlah Rp 21,4 trilyun lebih. Artinya mengalami kenaikan sekitar Rp 1,5 triliun dari PDRB Atas harga Berlaku tahun 2013 yang diperkirakan mencapai Rp 19,9 trilyun.


Sementara itu inflasi diprediksi bisa mencapai 5,5%. Angka perkiraan ini patut diantisipasi karena berpeluang untuk menjadi kenyataan. Antara lain karena kondisi perekonomian nasional yang terjadi sampai dengan akhir tahun 2013. Salah satu aspek yang perlu terus diwaspadai adalah fluktuasi nilai mata uang rupiah yang terus tertekan, dan  sampai pernah menyentuh angka di atas Rp 12.000/ US dolar di awal Desember lalu.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu peningkatan harga berbagai jenis komoditi. Terutama berbagai jenis barang kebutuhan dan pendukung industri yang harus diimpor. Lemahnya mata uang rupiah otomatis akan memacu naiknya harga komoditas tersebut.

Prediksi pertumbuhan ekonomi Kota Bogor tahun 2014, juga dipengaruhi oleh beberapa elemen makro ekonomi lainnya. Laju pertumbuhan penduduk diperkirakan akan mencapai 1,89%, dan dengan laju pertumbuhan seperti itu, jumlah penduduk Kota Bogor diperkirakan mencapai 1,04 juta jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 8,8 jiwa.

Laju pertumbuhan penduduk dapat dipandang sebagai peluang pasar yang tumbuh oleh para investor, meskipun tetap harus selektif agar sesuai dengan segmen market yang dibidik. Tetapi yang jelas dari sudut pandang pembangunan daerah, pertumbuhan penduduk dapat menimbulkan persoalan  sosial seperti meningkatnya jumlah pengangguran dan merebaknya pemukiman kumuh. Untuk tahun 2014 jumlah pengangguran terbuka diproyeksikan akan mencapai 8,92%.



Perkembangan Sektor Usaha

Berkaca pada perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang sudah terpetakan antara tahun 2010 – 2011, dapat terlihat beberapa sektor usaha yang berperan pada kegiatan investasi. Perdagangan, Hotel dan Restoran merupakan sektor bisnis yang berkontribusi sangat besar pada pertumbuhan ekonomi Kota Bogor. Diikuti kemudian oleh sektor industri pengolahan, pengangkutan dan komunikasi, serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan.

Sektor perdagangan, hotel dan restoran pada tahun 2011 berkontribusi pada PDRB sebesar 36,65%. Sektor pengangkutan dan komunikasi berkontribusi 15,29%, sedangkan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan berkontribusi 10,14%. Sampai dengan tahun 2011, kegiatan perdagangan besar dan eceran mengalami pertumbuhan sampai dengan 5,56%. 


Pertumbuhan itu secara kasat mata terlihat dari terbangunnya pusat-pusat perbelanjaan dan pertokoan retail. Namun pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada kegiatan usaha industri pengolahan, seperti industri pupuk, kimia dan barang berbahan karet sebesar 8,12%. Lebih tinggi daripada pertumbuhan kegiatan usaha perhotelan yang mencapai 7,15%.

Kegiatan usaha paling tinggi pertumbuhannya sampai dengan tahun 2011 adalah perbankan, sewa bangunan dan komunikasi. Sektor usaha lain yang juga mengalami pertumbuhan adalah sektor listrik, gas dan air bersih yang terpicu oleh kegiatan konstruksi, industri dan perdagangan. Juga jenis usaha restoran dan pengangkutan serta lembaga keuangan non bank.

Gambaran yang terlihat pada dinamika kontribusi sektor usaha pada PDRB  mencerminkan aktivitas investasi pada sektor-sektor usaha tersebut. Dengan laju pertumbuhan penduduk cukup tinggi dan adanya peningkatan daya beli masyarakat, maka sektor-sektor usaha tersebut masih dapat dieksplorasi sebagai ladang berinvestasi di Kota Bogor. (red)





Humas Pemerintah Kota Bogor

(Adv)




23/12/2013

Diberdayakan oleh Blogger.