Vila Liar Akibat Lemahnya Pengawasan
MEGAMENDUNG - Maraknya vila Puncak Bogor terkesan ada pembiaran.
Komunitas Rumpun Hijau menyampaikan apresiasi langkah tegas yang diambil Pemerintah Kabupaten Bogor. Pihaknya menyoroti tajam bila ada indikasi main mata antara Pemerintah, Ormas dengan pemilik villa.
”Kalau itu terjadi, maka ketidakpercayaan masyarakat terhadap operasi ini akan sirna. Kita lihat berapa biaya yang dikeluarkan, berapa rencana villa yang akan di bongkar dan berapa realisasinya” papar Sekretaris Rumpun Hijau, Jatnika, Kamis (5/12/2013).
Jatnika mempertanyakan peran Pemkab Bogor selama ini yang terkesan melakukan pembiaran berdirinya ribuan vila yang tersebar di kawasan Puncak Bogor. ”Apalagi Vila tanpa ijin berdiri kan bukan waktu satu bulan dua bulan, seolah Pemkab Bogor melakukan pembiaran,” tandasnya.
Jatnika menambahkan dampak dari itu semua akhirnya tata ruang rusak, saat dilakukan pembongkaran pun akan menuai banyak masalah. "Seharusnya, pemerintah lebih antisipatif dengan cara tidak mengeluarkan perijinan pembangunan di kawasan resapan air dan hutan Puncak," tegasnya.
Disinggung mengenai desakan WALHI Jawa Barat kepada KPK untuk mengusut adanya indikasi gratifikasi dan korupsi terkait maraknya vila di Puncak Bogor, dirinya enggan menanggapi. "Seperti yang saya katakan tadi, selama puluhan tahun ini mengapa bangunan - bangunan di Puncak Bogor bisa berdiri tanpa pengawasan yang ketat. Ini karena lemahnya pengawasan pada saat itu," jawabnya.
Pantauan Berita Bogor, menginjak minggu kedua pembongkaran Vila mulai beralih ke wilayah Cipendawa, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Sebelumnya puluhan Vila yang berdiri di perkebunan Ciliwung, Desa Tugu Utara sudah diratakan dengan tanah. Namun kesan tebang pilih menjadi polemic di masyarakat. Masih banyak villa-villa yang bermasalah yang belum di bongkar. Bahkan beberapa villa tidak berhasil di eksekusi akibat dihadang oleh warga.
Isu penghadangan oleh warga sebelumnya juga muncul saat akan membongkar villa di Cipendawa, Megamendung, namun saat satpol PP dengan peralatannya datang tidak ada perlawanan yang beberapa hari sebelumnya santer di bicarakan warga. (cj)
Editor: Sunyoto
