header_ads

Camat Dituding Tak Becus Urus Sampah

Sampah Berserakan di kawasan fly over Cileungsi

Sampah di sekitar dan kolong Fly Over Cileungsi dibiarkan berserakan. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor berbalik menuding menuding pihak Kecamatan Cileungsi tidak becus.

Sekretaris DKP Kabupaten Bogor Budianto mengatakan, pihaknya sudah berulangkali membersihkan sampah di kawasan fly over itu. “Terakhir dua minggu lalu. Kala itu kita minta kecamatan mengawai TPS liar di sekitar fly over, tapi gundukan sampah muncul lagi. Kami tak mau mengangkut lagi, jika tak ada kepeduian dari kecamatan,” katanya, Rabu (8/1/2014).

Penanganan sampah di kawawan ini, tersebut terbilang sulit, sebab itu dibutuhkan pengawasan dari kecamatan. “Soal sampah tugasnya kami. Tapi jika sampah liar itu dibiarkan, kami juga dirugikan, sebab kami diberi target retribusi Rp700 juta tahun ini. Artiya setiap bulan kita harus setor Rp70 juta,” katanya.

Selama ini, tumpukan sampah tak beretribusi itu ditangani UPT Kebersihan Cileungsi. Wilayah kerjanya, bukan hanya di Cileuengsi, tapi juga  Kecamatan Jonggol, Klapanungal, Tanjungsari, Cileungsi, Cariu dan Sukamakmur.

Sementara, Camat Cileungsi Beben Suhendar mengaku berbagai upaya sudah dilakukan termasuk pemberiaan hadiah Rp500 ribu bagi mereka yang menangkap orang buang sampah.  “Namun 11 bulan sayembera ini kita lakuan tak satu pun yang memenangkannya dan gundukan sampah tetap berserakan. Kalau diawasi, 24 jam, itu tak  mungkin,” katanya.

Sejumlah warga mengakui, sejauh ini soal  sampah di kawasan ini seperti tidak ada solusinya. Apalagi lokasi TPA Galuga yang jauh, membuat warga seenaknya membuang sampah di mana-mana. “Biasanya sampah itu dibuang pengendara mobil atau motor saat mereka hendak berangkat kerja subuh hari,” ujar Sabili, warga Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi. (red)




Diberdayakan oleh Blogger.