Penyerapan Dana Pendidikan Bogor
Pada Tahun Anggaran (TA) 2013, Disdik menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Dearah (APBD) Kabupaten Bogor sebesar Rp680 Miliar.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Rustandi mengklaim hal ini sebagai sebuah prestasi, sebab dari Rp680 Miliar hanya Rp30 Miliar yang masuk kepada luncuran dan administrasinya sudah selesai seluruhnya. "Ini prestasi, hanya 5 persen dari seluruh anggaran, dan tinggal nagih aja karena ADM-nya sudah selesai semuanya," ujar Rustandi.
Menyikapi besarnya anggaran Disdik, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kabupaten Bogor, Burhanudin menyambut baik besaran angka yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bagi pendidikan. Dengan jumlah itu, kata Burhan, artinya target alokasi anggaran sebesar 20 persen sebagaimana diperintahkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas itu sudah terlampaui. Namun, dirinya juga mengingatkan, dengan besarnya anggaran maka besar pula peluang pelanggaran. Karena itu, ia meminta adanya optimalisasi pengawasan dari pihak-pihak terkait terhadap penyerapan dana tersebut.
Hal senada dikatakan, Ketua Alinasi Pergerakan Rakyat Bogor (PRB), Ruhiyat Saujana menilai, pembangunan di bidang pendidikan di kabupaten Bogor selama ini belum banyak mengalami kemajuan yang berarti. Dirinya mendesak Disdik mengecek ke lapangan, agar kedua persoalan ini tak muncul lagi pada proyek anggaran 2014. Jika tidak, akan berdampak pada proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Sekedar diketahui, dari informasi yang diperoleh wartawan dari Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) Kabupaten Bogor. Tahun 2014 ini, sebanyak 1.049 paket proyek dengan nilai proyek Rp1,3 triliun bakal dilelang April mendatang yang tersebar di 18 dinas, 8 badan, 3 kantor, 4 rumah sakit, 4 sekretariat dan 2 inspektorat. "Paket tersebut dominan di Dinas Bina Marga dan Pengairan dengan 360 proyek, disusul Dinas Pendidikan 192 paket, serta Dinas Kesehatan 102 paket," jelas Kepala KLPBJ Kabupaten Bogor, Hendrik Suherman. (red)
