header_ads

Kota Bogor Berharap Raih Opini WTP BPK RI

Ade Sarip berharap Kota Boror meraih Opini WTP

Plt (Pelaksana Tugas) Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, APBD Kota Bogor tahun 2014 sudah ditetapkan pada tanggal 9  Desember 2013 lalu. Dari seluruh Kota/Kabupaten di Jawa Barat, Kota Bogor yang pertama menetapkan APBD tahun 2014.

"Diharapkan keberhasilan Kota Bogor dalam menetapkan APBD sebelum 1 Januari 2014, dapat memicu untuk menyempurnakan pembangunan Kota Bogor sehingga dimasa mendatang Kota Bogor dapat meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI,"{ katanta, Kamis (2/1/2014).

Menurutnya, APBD Kota Bogor pada tahun 2014 ditetapkan sebesar Rp1.735.838.748.547,-  Penganggaran pendapatan Kota Bogor tahun 2014 diperkirakan mencapai Rp1.557.902.700.547,  yang meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp413.249.212.694,- atau 26,53 persen. 


Sedangkan dana perimbangan sebesar Rp859.072.322.269 atau 55,14 persen, Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp285.581.165.584 atau 18,33 persen. APBD Kota Bogor tahun 2014 yang sudah ditetapkan ini belum termasuk dengan bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat tahun 2014 dan dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHTC) tahun 2014. 

Sebagai gambarannya, jelas Ade,  PAD Kota Bogor tahun 2010 hanya sebesar Rp125.766.337.107,- pada tahun 2014 PAD Kota Bogor meningkat menjadi Rp413.249.212.694,- Mengenai komposisi belanja daerah tahun 2014 Ade menjelaskan, bahwa  Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp826.107.425.565,- atau 48,61 persen. Sedangkan Belanja Langsung sebesar Rp873.303.481.682,- atau 51,39 persen. 

Ade menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Bogor telah  berkomitmen untuk tidak lagi memperbanyak kegiatan Study Banding.    “Kami sudah berkomitmen mengurangi kegiatan Study Banding, namun  akan lebih memperbanyak kegiatan untuk kepentingan masyarakat, “ pungkasnya. (obi)



Editor: Robby Al Amien


Diberdayakan oleh Blogger.