header_ads

Kurikulum Bahasa Sunda

Guru berlatar pendidikan Bahasa Sunda hanya 20 persen.

Dinas Pendidikan Jawa barat menerapkan Kurikulum Bahasa Sunda menggelar sosialisasi Kurikulum Bahasa Sunda tahun 2013. Sosialisasi kurikulum telah disampaikan kepada para guru Bahasa Sunda dari mulai jenjang SD sampai SMA Se-Jawa Barat pada pertengahan 2013 lalu.

Terkait dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut, Kadisdik Jabar dalam sambutannya pada acara tersebut mengatakan kurikulum 2013 Bahasa Daerah merupakan aset bangsa. 

Bahasa Daerah seperti Bahasa Melayu menjadi Bahasa Nasional sehingga Bahasa Nasional tumbuh dari akar budaya bahasa yang menjadi pemersatu NKRI. Sebagai tindak lanjut dengan telah terbentuknya Bahasa Nasional yang berakar dari Budaya Daerah adalah penguatan SDM melalui pendidikan. Untuk keberlangsungan pendidikan, dibuat sistem kurikulum.

Teknis pelaksanaannya, sudah disiapkan oleh Pemerintah Pusat. Untuk daerah tinggal menyiapkan konten dan dalam pelaksanaannya bisa bekerja sama dengan MGMP Bahasa Daerah. Dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan buku babon untuk guru dan siswa ada. Tinggal disosialisasikan di MGMP.

Dengan diberlakukannya Kurikulum tahun 2013 ada 30 jenis buku Bahasa Daerah yang disiapkan untuk siswa dan guru. Dalam teknis pembelajarannya Bahasa Daerah, jumlah jam pelajaran dilaksanakan selama 2 Jam pelajaran per minggu. Buku yang disediakan berbentuk e-book. Di Tahun 2015, direncanakan akan dicetak disesuaikan dengan jumlah siswa.

Evaluasi terakhir, untuk kondisi guru yang spesifik berlatar pendidikan Bahasa Daerah sebesar 20 persen. Di jenjang SD prosentasenya, masih nol persen. Sedangkan di jenjang SMP dan SMA baru 20 persen sampai 25 persen. Menyikapi kondisi tersebut diadakan pelatihan untuk guru Bahasa Daerah non kualifikasi yang ditugaskan mengajar Bahasa Daerah. (Adv)



Sumber Dinas Pendidikan Prov.Jabar




19/1/2014
Diberdayakan oleh Blogger.