Sungai Ciliwung Bogor Meluap
Hujan deras mengguyur kawasan Puncak Bogor sejak Selasa (28/1) hingga Rabu (29/1) malam mengakibatkan debit air Sungai Ciliwung meluap, warga Bogor waspada bencana.
Pantauan Berita Bogor di wilayah Bojong Gede, Kamis (30/1/2013) pukul 01.00, air Sungai Ciliwung yang deras disertai suara gemuruh itu membuat ketinggian permukaan air sudah mencapai 4 meter, bahkan sudah melebihi ketinggian tanggul disepanjang bantaran sungai yang berbatasan langsung dengan permukiman warga Rw 12 perumahan Puspa Raya Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
Pantauan Berita Bogor di wilayah Bojong Gede, Kamis (30/1/2013) pukul 01.00, air Sungai Ciliwung yang deras disertai suara gemuruh itu membuat ketinggian permukaan air sudah mencapai 4 meter, bahkan sudah melebihi ketinggian tanggul disepanjang bantaran sungai yang berbatasan langsung dengan permukiman warga Rw 12 perumahan Puspa Raya Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
"Bahkan, air sungai sudah masuk kedalam
rumah warga yang berada tepat dibibir sungai, sehingga penghuni rumah
berhamburan keluar rumah. Informasi yang saya peroleh melalui radio panggil pada malam tadi disebutkan Bendung Katulampa sudah siaga satu. Disini
juga bisa terlihat begitu derasnya air sungai yang tingginya sudah sama
dengan tanggul," kata Dwijo Pengurus Rw 12 Desa
Bojong Baru dilokasi kejadian.
Ketua Rt 05 Rw 12 Desa Bojong Baru, Dartono menambahkan kondisi tersebut mulai terlihat sekitar pukul 23.45 Wib tengah malam tadi, tentu saja hal ini membuat para pengurus Rw dan Rt melakukan kordinasi guna mengantisipasi hal - hal yang tak di inginkan.
"Bekas longsor yang terjadi dua pekan lalu masih menyisakan bongkahan tanah, rumpunan bambu dan dua pohon jinjing ditengah sungai sudah tidak terlihat lagi akibat semakin naiknya air sungai. Apalagi disepanjang bantaran nyaris tak ada turap lagi," ungkapnya diamini anggota SIBAT Bojong Baru, Sukardi yang juga melaporkan kondisi terakhir kepada tim KSR PMI Kabupaten Bogor.
Ketua Rt 05 Rw 12 Desa Bojong Baru, Dartono menambahkan kondisi tersebut mulai terlihat sekitar pukul 23.45 Wib tengah malam tadi, tentu saja hal ini membuat para pengurus Rw dan Rt melakukan kordinasi guna mengantisipasi hal - hal yang tak di inginkan.
"Bekas longsor yang terjadi dua pekan lalu masih menyisakan bongkahan tanah, rumpunan bambu dan dua pohon jinjing ditengah sungai sudah tidak terlihat lagi akibat semakin naiknya air sungai. Apalagi disepanjang bantaran nyaris tak ada turap lagi," ungkapnya diamini anggota SIBAT Bojong Baru, Sukardi yang juga melaporkan kondisi terakhir kepada tim KSR PMI Kabupaten Bogor.
Di tahun 2007
silam, lanjut Dartono, air sungai sudah naik melebihi tanggul yang diperkirakan
ketinggian mencapai lebih dari 50 centimeter hingga meluap ke sepanjang jalan
perumahan yang berdekatan dengan aliran sungai. (als)
Editor: Alsabili
