header_ads

Bupati Bogor Percepat Pembangunan Hunian Sementara Korban Bencana

Hunian sementara selambatnya dibangun April 2014. 

Korban bencana pergeseran tanah di Kampung Gobang, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur. Kabupaten Bogor yang dipengungsian menyambut baik rencana pembangunan hunian sementara oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Harapan yang sangat besar warga untuk segera menempati hunian itu ibarat gayung bersambut disaat Bupati Bogor Rachmat Yasin mengunjungi lokasi pengungsian, Senin (3/2/2014). Dihadapan warga, Bupati Bogor berjanji segera membangun hunian sementara yang semuanya sudah terencana agar masyarakat tidak tinggal di rumah sanak saudaranya karena itu sifatnya tidak akan lama. "Saya berpesan agar jangan pulang dulu kerumah yang terkena longsor karena lokasi tersebut sangat berbahaya untuk ditinggali,” kata Bupati.

Usai mengunjungi pengungsi, bupati meninjau lahan yang disediakan untuk membangun hunian sementara yang berlokasi di Kampung Cimuncang dengan menumpang haglund (amfibi) milik PMI Pusat. Bahkan rombongan sempat mengantarkan langsung bantuan logistik kepada para korban yang masih mengungsi.

"Saya ingin memastikan lokasi yang akan dibangun untuk hunian sementara seluas kira-kira satu hektar agar nantinya tidak menyulitkan akses anak - anak untuk bersekolah dan aktivitas perekonomian warga. Saya juga sudah dapat lahan untuk hunian permanen yang lokasinya di Tegal Panjang seluas 5 Hektar,” katanya kepada wartawan.

Pembangunan hunian sementara iini, lanjut Bupati, akan dipercepat agar masyarakat yang rumahnya hancur, tidak lama-lama menanggung derita. Paling lama awal April 2014 dan selambat - selambatnya 30 April 2014, masyarakat sudah dapat menempatinya sambil menunggu hunian permanen yang akan diselesaikan kurang lebih sepuluh bulan ke depannya.

"Dilokasi juga akan dibangun sarana umum seperti sekolah, sarana air bersih, MCK, mushola dan memperbaiki jalan yang rusak akibat pergeseran tanah. juga kita perbaiki karena jalan merupakan akses terpenting dari masyarakat,” jelas dia.

Kepala Desa Cibadak, Ulung Syahputera mengaku semula dirinya menolak menggunakan lapangan ini untuk dijadikan hunian sementara, karena saat dirinya kampanye menjadi kepala desa sudah terlanjur berjanji untuk memajukan sepak bola di desa ini. "Namun, demi kepentingan warga untuk pembangunan hunian sementara yang dinilai lebih layak maka sekarang tak menjadi persoalan lagi. Sebab, lokasi yang direncanakan sebelumnya berjarak sangat jauh dan di atas bukit yang dapat mempersulit akses masyarakat,” imbuhnya. (red)

 Lokasi yang dijadikan hunian sementara, pecinta sepakbola Cibadak pun iklas.
Bupati Bogor mengunjungi Posko Bencana di Desa Cibadak, Kec. Sukamakmus (3/2)


Rilis Humas Pemkab Bogor
3/2/2014


Diberdayakan oleh Blogger.