header_ads

Waspada Dampak Debu Vulkanik Bagi Kesehatan

Masyarakat diminta waspada dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
  .
Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Kelud tidak hanya menutup sebagian besar wilayah yang berada di kawasan Kediri, Jawa Timur, tetapi juga telah menyebar hingga ke wilayah Jawa Barat. Hal ini membuat masyarakat harus waspada terhadap dampak penyakit pernapasan.

Kepala Sub Departemen Penyakit Dalam Respirologi dan Penyakit Kritis Respirosi, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, DR. Arto Yuwono Soeroto mengatakan, efek yang bisa ditimbulkan jika menghirup debu vulkanik diantaranya, terganggunya saluran pernafasan, mata dan kulit. “Efek yang bisa ditimbulkan kepada masyarakat yang sebelumnya tidak mempunyai penyakit diantaranya terganggunya saluran pernafasan mulai dari hidung, mulut tenggotrokan, mata menjadi perih dan iritasi pada kulit,” jelasnya.

Dirinya menyarankan bagi mereka yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit paru dasar, seperti asma akan lebih berat karena bisa menjadi pencetus untuk penyakit tersebut kambuh kembali. “Ini bisa menjadi “trigger” bagi mereka yang mempunyai penyakit paru dasar, seperti asma, kalau asmanya kumat maka akan timbul batuk, rasa berat di dada dan bengek. Mereka yang batuk cukup dengan obat batuk, akalau pilek ya dikasih obat pilek dan ga usah pake antibiotik karena ini bukan penyakit karena infeksi,” jelasnya.

Untuk melakukan penyecegahan, dapat dilakukan dengan cara menutup muka dengan kain atau penutup muka lain, jika melakukan aktivitas di jalan atau berkendaraan. “Kalau tidak terpaksa keluar lebih baik jangan keluar, tapi kalau harus keluar ya lindungi saluran pernafasan dengan kain, gunakan kaca mata serta gunakan tangan panjang agar kulit tidak iritasi,” pungkasnya. (red)


BERITA TERKAIT



Rilis Humas Pemprov Jawa Barat


14/2/2014
Diberdayakan oleh Blogger.