APTB Ditolak Warga Bogor
Kepala Seksi Angkutan DLLAJ Kota Bogor, Ari Priyono menjelaskan, masalah bus APTB sudah dilaporkan pada Kementrian Perhubungan dan Pemda DKI Jakarta, tetapi sampai saat ini belum ada solusinya. Menurutnya, Kota Bogor belum siap menerima bus APTB, walaupun sudah beroperasi hampir satu tahun.
Menurutnya, Bus APTB dikeluarkan oleh Pemda DKI Jakarta, bukan Kementrian Perhubungan RI, sehingga Kota Bogor yang menerima keberadaan bus APTB menjadi korban dari kebijakan Pemda DKI Jakarta. Bus APTB itu di luncurkan untuk menyusutkan dan mereduksi jumlah Bus AKAP yang ada di Kota Bogor, namun hingga saat ini kebijakan APTB tersebut belum finalisasi dan bisa diterima.
Sejak adanya bus APTB di Kota Bogor, DLLAJ sudah meminta kepada operator yang melaksanakan bus APTB harus mengurangi bus AKAP nya sesuai operasional APTB, agar terjadi keseimbangan jumlah angkutan. Langkah penertiban juga sudah dilakukan, namun ironisnya tetap saja kenyataannya warga yang membutuhkan bus APTB.
Sebelumnya, kebijakan Pemda DKI Jakarta yang meluncurkan dan mengoperasikan bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB), di wilayah Kota Bogor, terus menuai kecaman dan sorotan berbagai kalangan. Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Transportasi (Sommasi) melakukan aksi demo di halaman kantor DLLAJ Kota Bogor, Jalan Raya Tajur, Selasa (4/3/2014).
Mereka menyoroti tajam dan meminta agar DLLAJ Kota Bogor melakukan tindakan tegas terhadap keberadaan bus APTB di Kota Bogor. “Kami minta bus APTB yang ada di Kota Bogor dihentikan dan ditertibkan operasionalnya,” ujar kodinator aksi Desta Lesmana.
Dijelaskan para pendemo, dengan adanya bus APTB yang sudah aktif beroperasi di wilayah Kota Bogor dan tidak memiliki perijinan dari Pemda Kota Bogor, Polres Bogor Kota maupun DLLAJ, telah menunjukan bahwa Kota Bogor dan DLLAJ Kota Bogor dilecehkan oleh Pemda DKI Jakarta. “Ini bentuk pelecehan terhadap Pemkot Bogor maupun DLLAJ Kota Bogor, masa seenaknya saja bus-bus itu berkeliaran dan beroperasi di wilayah Kota Bogor tanpa memiliki perijinan. Kami minta dilakukan tindakan tegas terhadap bus APTB itu,” tandasnya.
Menurutnya, sejak bus APTB dioperasionalkan dan ada di Kota Bogor, tidak ditempatkan di terminal. “Bus APTB itu tercecar di sejumlah ruas jalan, dan mengambil penumpang seenaknya saja, sehingga menimbulkan kemacetan,” paparnya. (chris)
Sejak adanya bus APTB di Kota Bogor, DLLAJ sudah meminta kepada operator yang melaksanakan bus APTB harus mengurangi bus AKAP nya sesuai operasional APTB, agar terjadi keseimbangan jumlah angkutan. Langkah penertiban juga sudah dilakukan, namun ironisnya tetap saja kenyataannya warga yang membutuhkan bus APTB.
Sebelumnya, kebijakan Pemda DKI Jakarta yang meluncurkan dan mengoperasikan bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB), di wilayah Kota Bogor, terus menuai kecaman dan sorotan berbagai kalangan. Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Transportasi (Sommasi) melakukan aksi demo di halaman kantor DLLAJ Kota Bogor, Jalan Raya Tajur, Selasa (4/3/2014).
Mereka menyoroti tajam dan meminta agar DLLAJ Kota Bogor melakukan tindakan tegas terhadap keberadaan bus APTB di Kota Bogor. “Kami minta bus APTB yang ada di Kota Bogor dihentikan dan ditertibkan operasionalnya,” ujar kodinator aksi Desta Lesmana.
Dijelaskan para pendemo, dengan adanya bus APTB yang sudah aktif beroperasi di wilayah Kota Bogor dan tidak memiliki perijinan dari Pemda Kota Bogor, Polres Bogor Kota maupun DLLAJ, telah menunjukan bahwa Kota Bogor dan DLLAJ Kota Bogor dilecehkan oleh Pemda DKI Jakarta. “Ini bentuk pelecehan terhadap Pemkot Bogor maupun DLLAJ Kota Bogor, masa seenaknya saja bus-bus itu berkeliaran dan beroperasi di wilayah Kota Bogor tanpa memiliki perijinan. Kami minta dilakukan tindakan tegas terhadap bus APTB itu,” tandasnya.
Menurutnya, sejak bus APTB dioperasionalkan dan ada di Kota Bogor, tidak ditempatkan di terminal. “Bus APTB itu tercecar di sejumlah ruas jalan, dan mengambil penumpang seenaknya saja, sehingga menimbulkan kemacetan,” paparnya. (chris)
Editor: MICHELLE
